Indonesia Jadi Rujukan Untuk Kelola Perdamaian

Minggu, 08 Oktober 2017 – 16:37 WIB
Presiden Joko Widodo pada puncak peringatan Hari Perdamaian Internasional 2017 ?yang dilaksanakan di Pondok Pesantren Annuqayah, di Guluk-Guluk, Sumenep, Jawa Timur, Minggu (8/10).? Foto: Ken Girsang/JPNN.com

jpnn.com, SUMENEP - Afghanistan menjadikan Indonesia sebagai rujukan dalam mengelola perdamaian.

Rencananya, sejumlah perwakilan kelompok-kelompok di negara yang kerap diwarnai pertikaian tersebut akan berkunjung ke Indonesia, Desember mendatang.

BACA JUGA: Delegasi Afghanistan Belajar Berantas Korupsi dari KPK

"Desember nanti Presiden Afghanistan akan mengirimkan (perwakilan) dari 40 kelompok ke Indonesia. Untuk melihat Indonesia yang sangat besar dan beragam ini bisa hidup rukun dan bersatu," ujar Presiden Joko Widodo dalam sambutannya di puncak peringatan Hari Perdamaian Internasional 2017 yang dilaksanakan di Pondok Pesantren Annuqayah, di Guluk-Guluk, Sumenep, Jawa Timur, Minggu (8/10).

Presiden kemudian mengajak seluruh santri yang hadir dan terutama seluruh rakyat Indonesia, menyambut positif rencana tersebut.

Namun, di samping itu juga perlu untuk terus bersama-sama menjaga Indonesia tetap hidup rukun dan damai.

Meski terdiri dari 714 suku yang tersebar dari Sabang hingga Merauke.

Berbeda dengan Afghanistan, meski hanya terdiri dari tujuh suku, namun mengalami konflik berkepanjangan.

"Inilah pentingnya perdamaian. ‎Saya setuju kata Ibu Yenny (Direktur Eksekutif Wahid Foundation Yenny Wahid), perempuan yang bisa menjadi kunci bagi perdamaian," ucapnya.

Mantan Wali Kota Solo ini mendasari pandangannya, karena selama ini terbukti kaum perempuan ‎mampu menjadi juru damai yang andal.
Misalnya di dalam keluarga, para ibu selalu berhasil pertikaian antar anak-anaknya dengan penuh kasih sayang dan keadilan.

Tidak berpihak hanya pada satu orang semata.

"‎Yang namanya perdamaian tak bisa dipaksakan, tapi ditumbuhkan. Karakter damai itu dikembangkan dari lingkup warga dan yang suka mengembangkan itu perempuan," katanya.

Pada puncak peringatan Hari Perdamaian Internasional 2017 ‎yang digagas Wahid Foundation dan UN Women, presiden juga menyatakan apresiasinya pada ke dua lembaga tersebut.

Karena menggagas program "Perempuan Berdaya, Komunitas Damai" yang diwujudkan lewat pembentukan Kampung Damai.

" Mari tumbuhkan nilai perdamaian di seluruh tanah air. Saya deklarasikan perayaan Hari Perdamaian Internasional 2017," pungkas Jokowi.(gir/jpnn)


Redaktur & Reporter : Ken Girsang

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler