Indonesia Semakin Serius Maju Sebagai Calon Tuan Rumah Olimpiade 2032

Kamis, 16 Mei 2019 – 22:34 WIB
Menko PMK Puan Maharani (4 dari kiri), Wakil Presiden Jusuf Kalla (5 dari kiri), dan Ketua KOI Erick Thohir (3 dari kanan) bertemu Presiden Komite Olimpiade Internasional (IOC) Thomas Bach di kantor IOC. Foto: Ist

jpnn.com, JENEWA - Indonesia semakin serius mempersiapkan diri untuk menjadi tuan rumah Olimpiade 2032.

Hal itu terbukti ketika Wakil Presiden Jusuf Kalla menyempatkan diri bertemu dengan Presiden Komite Olimpiade Internasional (IOC) Thomas Bach di kantor IOC, Laussane, Swiss, Rabu (15/5).

BACA JUGA: Basarah Ungkap Alasan Puan Maharani Layak Pimpin DPR RI

Dalam pertemuan itu JK didampingi Menko PMK Puan Maharani, Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Erick Thohir, dan Duta Besar RI Swiss Muliaman D Hadad.

BACA JUGA: Perjalanan Panjang Karateka Indonesia ke Olimpiade 2020

BACA JUGA: Puan Maharani Bantah Akan Impor Guru

Sebelumnya JK terlebih dahulu menghadiri dan menjadi pembicara pada Global Platform for Disaster Risk Reduction (GPDRR) 2019 di Jenewa.

Kunjungan JK merupakan bukti keseriusan Indonesia maju sebagai kandidat tuan rumah Olimpiade 2032.

BACA JUGA: Mungkin Mbak Puan Calon Ketua DPR, tetapi Masih Fokus sebagai Menko PMK

Pada  11 Februari lalu, Presiden  Joko Widodo telah menyerahkan surat resmi pencalonan kepada Bach.

"Memang penentuan baru akan diputuskan dalam sidang IOC pada 2024. Setidaknya, kedatangan wapres ini memperlihatkan betapa seriusnya kita ingin menjadi tuan rumah Olimpiade setelah sukses di Asian GAmes 2018 lalu," ujar Erick.

Dia menambahkan, pengajuan sebagai tuan rumah Olimpiade 2032 merupakan kesempatan baik bagi Indonesia untuk menunjukkan kekuatan ekonomi sebagai negara berpenduduk terbesar keempat di dunia dan anggota G-20.

“Thomas Bach juga menyampaikan bahwa Indonesia dengan perkembangan ekonomi yang terus meningkat sangat pantas menjadi kandidat tuan rumah Olimpiade 2032,” ujar Erick.

Erick menambahkan, Indonesia mendapat pujian dari dunia internasional setelah sukses menghelat Asian Games 2018.

Selanjutnya, kata Erick, Indonesia harus menyiapkan proposal bidding dan memperbanyak event olahraga internasional.

Proposal itu berisi sarana dan fasilitas yang ingin diajukan. Misalnya, membangun kompleks olahraga baru dengan teknologi ramah lingkungan dan bersinergi dengan hunian atlet maupun pusat pendidikan olah raga.

“Atau hal lain yang bisa menyaingi fasilitas milik calon tuan rumah Olimpiade lainnya,” kata Erick. (jos/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Pengakuan Jujur Tsamara PSI soal Kans Mbak Puan jadi Ketua DPR


Redaktur & Reporter : Ragil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler