“Kemerdekaan Palestina bukan lagi sebuah pilihan, melainkan sebuah keniscayaan," kata Marty Netalegawa seperti disampaikan melalui siaran persnya kepada JPNN Rabu malam.
Menurut Marty,masyarakat internasional harus menunjukkan aksi konkrit untuk memastikan kemerdekaan Palestina sesuai dengan batas wilayah tahun 1967 dimana Yerusalem Timur merupakan ibu kotanya. Selain itu, Marty juga kembali mengingatkan mengenai peran penting yang diemban GNB dalam menciptakan perdamaian dunia.
"GNB harus menjadi gerakan politik Negara berkembang yang memberikan kontribusi bagi penciptaan perdamaian dan keamanan dunia; memberikan kontribusi bagi pembangunan politik dan demokrasi; serta memberikan kontribusi bagi kemakmuran global," tambahnya.
Dalam kesempatan yang sama delegasi Indonesia juga menyampaikan kawasan Asia dan Pasifik yang relative damai dan stabil dalam beberapa dekade ini, telah memberikan ruang yang besar bagi Negara-negara di kawasan untuk memfokuskan pada pembangunan ekonomi demi kesejahteraan rakyat.
“Pengesahan Bali Principles pada East Asia Summit tahun 2011 yang lalu di Bali menegaskan upaya yang dilakukan Indonesia dan Negara ASEAN lainnya dalam mendorong prinsip-prinsip hubungan yang didasari atas kerja sama dan kemitraan serta penyelesaian konflik dengan cara damai," papar Marty mencontohkan.
Pertemuan ini juga menyepakati Deklarasi Seabad Gerakan Pembebasan Kongres Nasional Afrika sebagai salah satu inspirator dari prinsip-prinsip GNB dan menerima tawaran Venezuela untuk menjadi tuan rumah penyelenggaraan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) GNB ke-17 pada tahun 2015.
Hasil akhir dari Pertemuan di Sharm El Sheikh, yang terinspirasi dari dokumen Pertemuan GNB di Bali tahun lalu, akan menjadi masukan utama bagi persiapan penyelenggaraan KTT GNB ke-16 di Teheran, Iran, pada bulan Agustus mendatang. (zul/jpnn)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Menginap di Pusat Perbelanjaan, 17 Pekerja Tewas
Redaktur : Tim Redaksi