Industri Otomotif Siap Hadapi AEC 2015

Selasa, 26 Agustus 2014 – 07:27 WIB

jpnn.com - JAKARTA - PT Astra Daihatsu Motor (ADM) sebagai agen pemegang merek Daihatsu di Indonesia menggandeng Kementerian Pendidikan Nasional dalam rangka menyambut ASEAN Economic Community (AEC) pada Januari 2015 mendatang.

Sebagai bagian dari industri automotif Tanah Air, dan sebagai bentuk kepedulian Daihatsu terhadap dunia pendidikan nasional, melalui aktivitas corporate social responsibility (CSR), Daihatsu meluncurkan Program Pintar Bersama Daihatsu (PBD) bersinergi dengan pemerintah dalam hal ini dunia pendidikan khususnya Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

BACA JUGA: Pemerintah Tidak Berencana Tambah Jatah BBM

"Implementasi AFTA 2015 akan melahirkan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) dengan konsekuensi tenaga kerja yang mampu bekerja di negara ASEAN lainnya tanpa hambatan dan hanya bermodal ketrampilan dan keahlian. Jadi, Indonesia harus siap," ujar Direktur Pemasaran PT Astra Daihatsu Motor (ADM), Amelia Tjandra di Jakarta, kemarin.

Amelia menambahkan, persaingan di segala lini industri tak terkecuali automotif akan semakin ketat. Daihatsu bersama Dinas Pendidikan sejumlah Provinsi menyusun kurikulum SMK serta mengimplementasikannya di sejumlah SMK Binaan.

BACA JUGA: Kebut 15 Proyek Sebelum Lengser

Kurikulum tersebut membekali guru dan siswa SMK dengan ketrampilan dasar (basic skill), dan budaya industri (industrial culture) sehingga lulusan SMK memiliki daya saing yang tinggi, trampil, kompeten, dan siap pakai di dunia industri.

Selama ini, lanjut Amelia, didukung oleh SDM yang haterampil, Daihatsu berhasil menjadi merek nomor dua dengan volume penjualan terbesar. Di pasar dalam negeri, Daihatsu selama periode Januari-Juli 2014 berhasil menjual 111.464 unit, naik 7% dibandingkan periode yang sama 2013 sebanyak 103.923 unit.

BACA JUGA: Dahlan Pastikan Jalur Pipa Gas Arun-Belawan Bukan Proyek Mustahil

"Sementara retail sales Daihatsu mencapai 108.068 unit, naik 5% dibandingkan periode yang sama 2013 sebanyak 102.571 unit. "Kami bersyukur penjualan Daihatsu telah melewati angka psikologis 100.000 unit dan terus menunjukkan tren positif selama periode Januari " Juli 2014," ujar Amelia Tjandra.

Mobil LCGC Daihatsu Ayla menjadi penyumbang terbesar penjualan Daihatsu. Ayla berhasil terjual 26.969 unit, menyumbang 24,2 persen dari total penjualan atau model terlaris ketiga. Terlaris pertama masih disumbang Gran Max, 38.831 unit dan berkontribusi 34,9 persen. Sedangkan, Xenia menyumbang 25,8 persen atau 28.805 unit sebagai terlaris kedua.

Sementara kinerja ritel, Ayla terjual 25.365 unit atau 23,5 persen, juga menduduki peringkat ketiga. Gran Max terlaris pertama dengan 37.036 unit atau 34,2 persen dan kedua Xenia 29.098 unit (26,9 persen).

Sementara Human Resources Division Head PT Astra Daihatsu Motor (ADM) Joko Baroto memaparkan, program PBD telah berjalan di 74 SMK di Indonesia yang tersebar di Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi dan Bali.

"Program Pintar Bersama Daihatsu merupakan bukti komitmen Daihatsu membantu peningkatan kualitas pendidikan khususnya SMK di Tanah Air," katanya.

Diharapkan Program PBD ini dapat memacu insan pendidikan di Indonesia untuk terus berinovasi meningkatkan kualitas pendidikan SMK di Indonesia sehingga mampu menghasilkan lulusan dengan daya saing tinggi di dunia industri menjelang penerapan AFTA 2015.

Toyota Indonesia menargetkan nilai ekspor untuk kendaraan utuh (Completely Built-Up/CBU), terurai (Completely Knock Down/CKD), dan komponen tahun ini bisa mencapai USD 2,5 miliar (Rp 30 triliun). Angka ini naik dari tahun sebelumnya yang USD 2,17 miliar (Rp 26 triliun).

"Periode Januari-Juli 2014, nilai ekspor sudah mencapai USD 1,01 miliar (Rp 12 triliun).  Hasil ini naik dari periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar USD 991 juta (Rp 11,8 trilun). Jika melihat performa sampai Juli ini, kami masih tetap optimis bisa mencapai target USD 2,5 miliar tahun ini," ujar Direktur Corporate Planning & External Affairs, Production & Logistic Control PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), I Made Dana Tangkas kemarin (25/8).

Made menyebut, selama empat tahun terakhir kinerja ekspor Toyota Indonesia terus mengalami pertumbuhan signifikan. Tercatat ekspor dalam bentuk CBU meningkat dari 55.796 unit pada 2010 menjadi 118.436 unit pada 2013. Sementara itu dari januari hingga Juli 2014, TMMIN tercatat telah mengekspor 70.662 unit kendaraan CBU.

"Untuk memperkuat posisi sebagai basis produksi kita tidak bisa mengandalkan pasar dalam negeri saja, oleh karena itu ekspor juga harus menjadi prioritas," tandasnya.

TMMIN menargetkan eskpor kendaraan utuh (CBU) hingga akhir tahun ini mencapai 156.000 unit. Target tersebut setara dengan 78 persen target ekspor mobil Indonesia yang dikejar Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) sebanyak 200.000 unit pada tahun ini.

Guna mengejar target itu, TMMIN berusaha meningkatkan posri ekspor hingga separo dari total produksi."Tahun 2015 kita harapkan komposisi untuk ekspor 50 persen dan domestik 50 persen," tegasnya.

Pada periode Januari-Juli 2014, komposisi untuk ekspor baru sekitar 40 persen dan domestik sebanyak 60 persen. Adapun mulai bulan Agustus ini, Made mencatat porsinya sudah mulai naik yaitu 47 persen untuk ekspor dan 53 persen untuk pasar domestik.

"Upaya ini kita lakukan untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai basis ekspor mobil Toyota. Kami terus berusaha menjaga dan meningkatkan kualitas, daya saing, dan memperluas negara tujuan ekspor," tambahnya.

Saat ini TMMIN memiliki kapasitas produksi di Plant 1 Karawang sebanyak 130.000 unit dan Plant 2 Karawang 120.000 unit. Sementara untuk produksi mesin di Plant 1 dan Plant 2 di Sunter memiliki kapasitas sebanyak 195.000 unit mesin pertahun ditambah dengan iron castings yang mencapai 12.000 ton pertahun.

Adapun di pabrik baru Plant 3 di Karawang memiliki kapasitas produksi tahunan sebanyak 130.000 unit mesin."Untuk produksi passenger car akan dimulai 2016," ungkapnya.

Saat ini pihaknya sedang menggenjot produksi dan ekspor mobil sedan Vios sebanyak 3.500 unit perbulan. Sedan Vios kebanyakan dikirim ke negara Timur Tengah seperti Uni Emirat Arab, Yordania, Bahrain, Lebanon, Qatar, Yaman, Arab Saudi, Kuwait dan Oman. Dua negara Asean yaitu Brunei dan Singapura juga turut menjadi target pengapalan sedan Vios.

"Dengan mengirim Vios, total ekspor TMMIN meningkat dari sebelumnya 11.000 unit perbulan menjadi 13.000 unit," jelasnya. (wir)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Jero Wacik Pastikan Kuota BBM Subsidi tak Ditambah


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler