Industri Pelayaran Mulai Merangkak Lagi

Jumat, 15 Maret 2019 – 11:44 WIB
Ilustrasi kapal. Foto: Jawa Pos/JPNN

jpnn.com, SURABAYA - Ketua Indonesian National Shipowners Association (INSA) Surabaya Stenven Lasawengen mengatakan, kinerja industri pelayaran belum maksimal, terutama pengiriman barang lewat jalur laut.

”Ini baru mulai merangkak kembali. Untuk bangkit seperti kejayaan sepuluh tahun lalu masih sangat sulit,” kata Stenven, Kamis (14/3).

BACA JUGA: Pengusaha Minta Pemerintah Atur Ulang Tarif Kapal Antarpulau

Salah satu penyebabnya ialah menurunnya permintaan pengiriman barang.

Stenven mengatakan, permintaan pengiriman barang lewat kargo laut anjlok. Padahal, jumlah pelaku industri tersebut banyak.

BACA JUGA: 2 Penyebab Industri Pelayaran Stagnan

”Suplainya itu sekarang sudah melebihi demand. Maka, terjadilah perang tarif itu,” ujar Stenven.

Pada 2018, INSA Surabaya mencatatkan pertumbuhan permintaan lewat kargo laut sebesar lima persen.

Tahun ini, Stenven berharap pertumbuhannya meningkat. Setidaknya menjadi sekitar 7-10 persen.

”Tetap tumbuh. Namun, belum menggembirakan,” ujar Stenven.

Stenven mengatakan bahwa digitalisasi bisa menggairahkan kargo laut. Sayangnya, teknologi itu belum bisa dimanfaatkan secara maksimal.

Sebab, belum semua pelaku usaha mengecek pengiriman dan pemesanan jadwal secara online.

”Kami belum mendapatkan substansi prinsip Industri 4.0. Seharusnya, digitalisasi itu mempermudah perkembangan industri karena tidak lagi man-to-man,” ucap Stenven.

Menurut dia, digitalisasi industri pelayaran akan memperluas akses bagi penyedia jasa untuk mendapatkan konsumen.

Konsumen pun akan menikmati kepraktisan pengiriman barang. Lewat digitalisasi, seharusnya rangkaian proses pengiriman barang lebih singkat.

”Tidak perlu booking segala macam” kata Stenven. (ell/c6/hep)


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler