Inflasi Turun Lebih Cepat, Pasar Kripto Makin Menguat

Rabu, 22 Februari 2023 – 14:47 WIB
Inflasi Turun Lebih Cepat, Pasar Kripto Makin Menguat. lustrasi: Sultan Amanda/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Analisis Chief Marketing Officer (CMO) Triv.co.id Jordan Simanjuntak menyebutkan ada potensi pendorong penguatan pasar kripto setelah beberapa waktu lalu dilanda kondisi bearish.

"Kondisi ekonomi Indonesia terus membaik, bahkan mampu menurunkan laju inflasi lebih cepat," kata Jordan, dalam keterangannya, Rabu (22/2).

BACA JUGA: Infasi AS Mereda, Pasar Kripto Siap Menanjak

Hal itu seperti yang disampaikan Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati, dari hasil Rapat Berkala I Rapat Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) Tahun 2023 pada Selasa, 31 Januari 2023.

Hasil rapat menunjukkan Indonesia mengalami pemulihan ekonomi yang terus berlanjut pada Triwulan ke-IV secara Stabilitas Sistem Keuangan (SSK). Didukung dengan beragam indikator perekonomian yang kinerjanya terus bergerak positif.

BACA JUGA: Pasar Kripto Menguat, Ketegangan Rusia-Ukraina Mereda?

"Laju inflasi pada Januari 2023 berada di posisi 5,28% yoy, yang artinya pada Januari 2023 ini laju inflasi mengalami tren penurunan jika dibandingkan Desember 2022 yang berada di posisi 5,51% yoy," terang Jordan.

Jordan melanjutkan, tren penurunan inflasi tidak hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga terjadi di Amerika Serikat sejak akhir tahun 2022 lalu.

BACA JUGA: Pasar Kripto Rontok, Imbas Ketegangan Rusia-Ukraina yang Memanas

"Inflasi AS menyentuh posisi 6,2% yoy dimana merupakan posisi terendah sejak awal 2022. Kondisi tersebut berdampak juga ke market kripto secara global dan menjadi salah satu faktor terjadinya recovery market global pada awal tahun 2023 ini,” jelas Jordan.

Jika melihat dan mengacu pada grafik harian pergerakan harga Bitcoin, Januari 2023 Bitcoin menembus area resistance di sekitar posisi USD 19.000 - US$20.000.

“Bisa dikatakan penurunan inflasi yang terjadi pada akhir 2022 mampu membawa dampak positif pada pasar kripto sehingga mampu melakukan recovery secara perlahan,” ungkap Jordan.

Walaupun optimistis pasar kripto bisa mengalami recovery di 2023, dan berharap bisa menyentuh di harga USD 30.000, Jordan mengingatkan perlu adanya analisis lebih lanjut terkait pergerakan pasar kripto, khususnya pada Bitcoin.

Menurut dia, karena walaupun sudah menembus area USD 20.000, Bitcoin masih berada di area titik resistensi.

“Jika good news seperti turunnya inflasi ekonomi menjadi salah satu faktor market kripto mengalami pemulihan, tidak menutup kemungkinan bear market segera berakhir dan Bitcoin bisa kembali ke ATH (All Time High)," jelas Jordan.

Jordan menyarankan peminat kripto agar melakukan riset sendiri secara komprehensif alias do your own research (DYOR) agar dapat mengambil keputusan yang lebih tepat dalam berinvestasi. (jlo/jpnn)


Redaktur & Reporter : Djainab Natalia Saroh

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler