Info Terbaru dari Polisi Soal Pelaku Pembunuhan Mahasiswi Fakultas Ekonomi Unib

Senin, 09 Desember 2019 – 13:10 WIB
Kapolsek Muara Bangkahulu Kompol Jauhari. Foto: harianrakyatbengkulu.com

jpnn.com, BENGKULU - Polres Bengkulu terus melakukan penyelidikian untuk mengungkap pelaku pembunuhan sadis Wina Mardiani, 20, mahasiswi semester 5 Fakultas Ekonomi Universitas Bengkulu (Unib) yang ditemukan tewas terkubur di belakang indekosnya, Minggu (8/12).

Berbagai spekulasi muncul berdasarkan data dan fakta di lapangan terkait tewasnya Wina. Di antaranya korban diduga dibunuh penjaga Pondokan Reza, laki-laki berinisial Pa, 29.

BACA JUGA: Berita Terbaru Soal Kasus Pembunuhan Mahasiswi yang Jasadnya Dikubur di Belakang Indekos

Pasalnya, pria beristri anak satu warga asal Desa Tanjung Alam, Kecamatan Lintang Kanan, Kabupaten Empat Lawang, Sumut, itu mendadak hilang dari indekos saat dalam proses pencarian korban yang dilaporkan hilang. Begitu juga dengan istri dan anaknya menyusul menghilang sehari setelahnya.

Pemicu korban dibunuh dan dikubur pelaku di belakang Pondokan Reza, juga beragam kemungkinan. Mulai dari dipicu dendam, murni perampokan hingga dugaan kalau pembunuhan itu terjadi diawali perampokan dan pemerkosaan.

BACA JUGA: Rumah Penjaga Indekos Mahasiswi yang Tewas Terkubur Kaki Terikat Digeledah, Polisi Sita Sejumlah Benda

Dugaan perampokan disertai pembunuhan, indikasinya sepeda motor korban Honda Scoopy dan handphone korban hilang. Sedangkan dugaan dendam, sebelum korban hilang, pernah sepeda motornya dipinjam Pa.

Waktu dipinjam sepeda motor yang dikendarai Pa sempat jatuh hingga lecet. Mengetahui hal itu korban mengomel. Dari situ ada dugaan Pa sakit hati.

BACA JUGA: Mahasiswi Unib Tewas Terkubur dengan Kaki Terikat, Penjaga Indekos Tiba-tiba Menghilang

“Kami tunggu hasil autopsi dari Rumah Sakit. Untuk motif dan orang-orang yang kami curigai belum dapat kami pastikan, sejauh ini kasus ini masih kami lakukan pengembangan,” kata Kapolsek Muara Bangkahulu Kompol Jauhari saat diwawancarai di RS Bhayangkara.

Sementara itu diketahui, istri Pa menghilang bersama anaknya yang masih balita, Minggu (8/12) siang, ketika keluarga korban mendatangi pondokan itu bersama ketua RT setempat menanyakan keberadaan Pa.

BACA JUGA: Teman Indekos Mahasiswi yang Tewas Terkubur Kaki Terikat Ungkap Hal Janggal

“Dia (Ma) saat itu gelagapan menjawab pertanyaan ketua RT, hingga akhirnya ia pamit pulang ke desanya, alasannya ada keluarganya sakit keras. Ma menitipkan kunci rumahnya, berada di belakang Pondokan Reza, ke ketua RT,” ungkap sumber RB.(cw5/cup)


Redaktur & Reporter : Budi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler