Infrastruktur RI Dinilai Terjelek di Asean

Rabu, 25 Mei 2011 – 19:19 WIB

JAKARTA - Wakil Ketua Bidang Perdagangan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Natsir Mansyur menilai, Indonesia merupakan satu-satunya negara yang paling tidak siap menghadapi Asean Economic Community (AEC) yang akan diberlakukan tahun 2015.

"Kalau dibanding dengan negara-negara Asean lainnya, maka semakin terlihat Indonesia paling tidak siap memasuki AEC yang akan diberlakukan tahun 2015 mendatang," kata Natsir Mansyur, dalam dikusi bertajuk "Masyarakat Ekonomi Asean 2015, Menuju Integritas Perekonomian Asean", yang digelar Fraksi Partai kebangkitan Bangsa (PKB) DPR RI di gedung Nusantara I, komplek Parlemen, Senayan Jakarta, Rabu (25/5).

Dari daftar inventaris masalah, dikaitkan dengan waktu yang tersedia hingga 2015 mendatang serta kinerja pemerintahan, katanya, jelas tidak ada optimisme memasuki AEC.

Menurutnya, kunci untuk mengurangi ketidaksiapan Indonesia memasuki AEC itu hanya satu, pemerintah dan pengusaha harus duduk bareng guna merumuskan regulasi dan kebijakan yang menyeluruh.

Dia menyebut contoh penyeberangan Merak-Bakauheni"Krodiknya penyeberangan Merak-Bakauheni yang menghubungkan Sumatera dengan Jawa semakin memperkokoh posisi Indonesia sebagai satu-satunya negara dengan infrastruktur terjelek di Asean," ujarnya.

Di tempat yang sama, Ketua Fraksi PKB Marwan Jafar mengemukakan, hadirnya masyarakat ekonomi ASEAN merupakan tantangan yang tidak bisa dibilang ringan, karena itu butuh perhatian serius dari seluruh kalangan di Indonesia.

"Mestinya, posisi Indonesia menjadi Ketua ASEAN jangan hanya dimaknai sekedar menjadi kebanggaan, namun posisi itu harus memicu semangat nyata untuk memperkuat Indonesia dalam AEC," ungkapnya

BACA JUGA: Banjir Produk Cina, Pengangguran Makin Tinggi

(fas/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Kabelindo Incar Rp 900 Miliar


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler