Ingat, Jokowi Pasti Malu Berpidato di Acara Resmi Bareng Tersangka Korupsi

Selasa, 18 Juli 2017 – 12:02 WIB
Presiden Joko Widodo bersama Ketua DPR Setya Novanto di Istana Negara. Foto: dokumen JPNN.Com

jpnn.com, JAKARTA - Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Arief Poyuono mengharapkan Setya Novanto (Setnov) secara legawa mengundurkan diri dari posisi ketua DPR. Pasalnya, status tersangka korupsi yang disandang ketua umum Golkar tentu berpengaruh pada citra DPR.

"Demi muruah DPR dan rakyat Indonesia, Setnov harus mundur," kata Arief di Jakarta, Selasa (18/7).

BACA JUGA: Novanto Jadi Tersangka, DPD Golkar NTT: Kedepankan Asas Praduga Tak Bersalah

Dia mengatakan, DPR merupakan lembaga terhormat. Karena itu, tak semestinya lembaga negara yang terhormat dipimpin tersangka korupsi.

Arief pun menyarankan ke Setnov agar segera mundur dari posisi ketua DPR. Sebab, muruah dan citra DPR tentu lebih penting ketimbang posisi Setnov di pucuk pimpinan lembaga legislatif itu.

BACA JUGA: Bang Akbar Dorong Golkar segera Cari Pengganti Setnov

"Atau dimundurkan sebagai ketua DPR. Jika tidak mundur maka muruah legislatif yang terhormat akan tambah hancur dan secara etika sudah tidak pantas lagi menyuarakan suara rakyat," tuturnya.

Anak buah Prabowo Subianto di Partai Gerindra itu menambahkan, pada 16 Agustus mendatang Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan menyampaikan pidato kenegaraan di DPR. Menurut Arief, tentu Presiden Jokowi tak akan mau berpidato di acara kenegaraan yang dipimpin oleh tersangka korupsi.

BACA JUGA: Sepertinya Kecil Peluang Setnov untuk Menang Melawan KPK di Praperadilan

"Sangat memalukan Joko Widodo menyampaikan pidato kenegaraan di hadapan ketua DPR yang berstatus tersangka. Setnov harus legawa dan menjaga muruah lembaganya seperti ketika kasus Papa Minta Saham," tambah Arief.(fat/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Terbuka Peluang Mbak Titiek Ambil Alih Golkar


Redaktur & Reporter : M. Fathra Nazrul Islam

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler