Inggris Legalkan Pembelian Alat Tes HIV

Selasa, 08 April 2014 – 08:54 WIB

jpnn.com - LONDON - Mengetes HIV/AIDS bakal jauh lebih mudah dan tidak memalukan lagi di Inggris. Sebab, mereka bisa membeli alat pengetes personal dan melakukan tes sendiri di rumah. Sebelumnya, ada larangan penjualan alat tes itu.

Namun, Minggu (6/4) pengadilan mencabut larangan tersebut. Sayangnya, alat tes itu belum beredar di pasaran. Warga Inggris baru bisa membeli akhir tahun ini atau paling lambat pada 2015.

BACA JUGA: Mantan Teman Satu Sel Bongkar Kelakuan Schapelle Corby

Sebelumnya, warga Inggris bisa melakukan tes di rumah, tetapi tidak sepenuhnya. Mereka mengorder alat secara online. Setelah dites, hasilnya dikirimkan ke pabrik ataupun distributor alat tersebut, lantas dibacakan via telepon.

Nah, nanti aturan dan alat yang baru itu tidak demikian. Alat bermerek OraQuick tersebut didesain untuk digunakan secara mudah di rumah. Orang yang ingin mengetes tinggal mengambil sampel cairan bagian atas dan bawah area dalam mulut. Bisa juga berupa setetes darah. Letakkan sampel tersebut di alat dan hasilnya keluar dalam 20"40 menit.

BACA JUGA: YouTube Minta Turki Cabut Pemblokiran

Satu di antara empat orang penderita HIV di Inggris kerap tidak menyadari kondisi mereka. Akibatnya, penyakit mereka baru diketahui ketika parah. Tidak hanya itu, karena tidak mengetahui terjangkit HIV, mereka menjadi tidak hati-hati. Imbasnya, mereka malah menularkan kepada orang-orang terdekat. Misalnya kepada pasangan melalui hubungan seksual.

Melakukan tes dengan mendatangi rumah sakit maupun klinik juga dianggap masih memalukan. Karena itu, pencabutan larangan jual-beli alat tes HIV secara personal tersebut dianggap sebuah gebrakan baru. Kebijakan itu diharapkan bisa membantu 25 ribu penderita HIV yang belum terdiagnosis.

BACA JUGA: Pria Inggris Bikin Miniatur KA Terbesar di Dunia

"Orang-orang yang tidak mengetahui bahwa mereka terinfeksi bisa menjadi orang yang paling berisiko menularkan HIV kepada orang lain," terang Konsultan Epidemiologi di Departemen Kesehatan Masyarakat HIV/STI Inggris Anthony Nardone.

Nah, jika mengetahui tertular, pencegahan agar tidak menular kepada orang lain dapat dilakukan. Selain itu, penanganan penderita bisa dilakukan lebih cepat sehingga tidak jatuh pada AIDS.(BBC/sha/c19/tia)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Cawan Langka Ini Ditaksir Berharga Rp 433 Miliar


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler