Ini Alasan Tender UN Harus Diaudit

Rabu, 17 April 2013 – 08:31 WIB
JAKARTA - Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan PB PGRI, Prof Muhammad Abduh Zen punya alasan tersendiri mengapa tender pencetakan naskah Ujian Nasional (UN) SLTA tahun 2013 perlu diaudit.

Dia menyebutkan, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh jauh-jauh hari telah mengklaim bahwa kebocoran UN kecil karena variasi soal yang mencapai 20 varian, dan percetakan yang dipilih adalah yang bisa diandalkan. Namun kenyataan semua itu tidak terbukti dengan kekacauan yang terjadi.

"Tapi faktanya terjadi itu (kekacauan). Kemudian muncul pertanyaan kenapa terjadi kesalahan yang begitu fatal menyangkut 1,1 juta murid, artinya percetakan ini tidak bonafit dan kenapa mendapat tender?" kata Abduh Zen , Selasa (16/4).

Padahal, kata dia, ada proses tender yang dilalui. Karena itu dia menilai tender naskah UN itu sangat penting untuk diaudit, sehingga jangan sampai pihak kementerian yang disalahkan atau percetakan.

Audit itu, lanjutnya, harus menemukan siapa sebenarnya yang bersalah. Tanpa audit maka pihak-pihak terkait UN akan saling salah menyalahkan. Audit juga harus dilakukan pihak berwenang seperti BPK. Karena kalau hanya dilakukan internal Kemdikbud, dikhawatirkan hasilnya akan biasa-biasa saja.

Saat ditanya apakah ada kecerobohan dalam proses tender tersebut, Abduh Zen melihat ada mekanisme yang terlompati yang harus diinvestigasi berkaitan dengan penunjukan percetakan. Apalagi PT Ghalia Indonesia Printing baru dua kali mengerjakan tender UN, tapi tiba-tiba langsung dapat proyek besar.

"Dulu kecil (proyeknya), sekarang diberikan jatah dan porsi yang paling besar. Harusnya yang mendapat paling besar itu yang dapat kepercayaan," pungkas praktisi pendidikan Universitas Paramadina ini, sembari menambahkan, kasus UN ini tidak bisa dikatakan persoalan teknis, tapi komitmen, dan manajemen perencanaan yang tdiak beres.(fat/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Pengawas UN Malas Awasi Tahanan Narkoba

Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler