Ini Cara Menteri Yuddy Hadapi Pendemo

Senin, 20 April 2015 – 07:37 WIB
Yuddy Chirsnandi. Foto: dok.JPNN

jpnn.com - JAKARTA - Biasanya pejabat tinggi berupaya menghindar saat didemo. Tapi tidak demikian Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) Yuddy Chirsnandi. Menteri dari Hanura itu malah menemui pendemo.

Kejadian itu bermula ketika Yuddy bersama Gubernur Kalteng Agustin Teras Narang, blusukan ke sejumlah unit pelayanan publik di Palangkaraya.

BACA JUGA: Pastikan tak Ada Nama Baru Honorer K2 Ikut Tes

Jumat malam, Yuddy menghadiri jamuan makan malam di rumah jabatan Gubernur Kalbar. Ternyata belasan mahasiswa menunggu Yuddy di gerbang pintu masuk.

Para mahasiswa itu antara lain dari Badan Eksekuti Mahasiswa (BEM), dan perwakilan elemen mahasiswa lainnya, seperti BEM Universitas Palangka Raya, BEM PGRI, Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) , dan Forum Mahasiswa Nasional (FMN). Mereka melakukan aksi demo yang diarahkan kepada Yuddy.

BACA JUGA: Ahli Hukum dari Dua Kubu di Golkar Bertarung Hari Ini

Di luar dugaan, tiba-tiba Gubernur Kalteng berlari ke halaman. Dengan mengendarai motor gubernur menuju depan gerbang kantor menuju kerumunan mahasiswa. Tidak lama kemudian, Teras Narang kembali lagi dan menyampaikan kepada Menteri PAN-RB semua sudah terkendali.  

”Saya menjanjikan kepada mereka bahwa besok pagi Menteri PAN-RB akan menemui  di salah satu ruangan di area Bandara Tjilik Riwut,” ujar Teras Narang.

BACA JUGA: Jokowi Diprediksi tak Akan Lama

Benar saja, Sabtu  pagi para mahasiswa menunggu kedatangan Yuddy. Dengan senang hati, Yuddy yang juga seorang guru besar tersebut menerima audiensi para mahasiswa Palangkaraya sekitar pukul 08.00-08.10, beberapa saat sebelum Yuddy boarding menuju Jakarta.

Dalam audiensi, para perwakilan mahasiswa tersebut mempertanyakan kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan oleh Menteri PAN-RB. Kebijakan itu antara lain  pembatasan rapat di hotel, masalah moratorium penerimaan CPNS, serta masalah-masalah pelayanan publik di daerah yang mereka rasakan  belum memihak kepada rakyat kecil.

Setelah perwakilan mahasiswa menyampaikan aspirasi-aspirasinya, Yuddy menyapa mereka dengan penuh keakraban.  

”Saya sangat senang dengan masukan-masukan adik-adik. Ini sebagai bukti bahwa kalian mempunyai rasa tanggungjawab terhadap kemajuan daerah ini,” ucap Yuddy sambil menengok ke arah Gubernur Kalteng.

Dikatakan, hal ini juga membuktikan bahwa kepedulian dan kepekaan  sosial mahasiswa sangat tinggi. ”Saya bangga dengan semua ini. Dan perlu adik-adik ketahui bahwa dunia perguruan tinggi, dunia mahasiswa harus menjadi bagian dari pengawas dan kontrol sosial bagi Kepala Daerah dan seluruh aparatur sipil negara di masing-masing daerah,” ujarnya.

Terkait dengan kebijakan-kebijakan yang dikeluarkannya, semua tidak lain dan tidak bukan kecuali hanya semata-mata untuk memperbaiki dan mengubah mindset birokrasi pemerintahan ini agar lebih pro rakyat.

Aparatur negara harus menjadi pelayan masyarakat dan meninggalkan jauh-jauh mental priyayi yang selama ini menina bobokan mereka.

”Sekarang zaman sudah berubah. Jadi kebijakan-kebijakan yang saya ambil merupakan pengewajantahan dari revolusi mental yang dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo. Saya berharap adik-adik mahasiswa mengambil bagian lebih besar lagi,” tegasnya.

Menteri juga mengajak mahasiswa untuk memberikan masukan-masukan secara langsung bila  menemukan permasalahan di daerah menyangkut ASN maupun kepala daerah dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Yuddy pun menuliskan alamat emailnya dan menyerahkan kepada perwakilan mahasiswa tersebut. (dni)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Tiga Partai Besar ini Bakal Diuntungkan


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler