Ini Penyebab Kebakaran Pabrik Gangsar di Tulungagung

Sabtu, 14 Mei 2022 – 21:20 WIB
Foto dok: petugas damkar saat berupaya memadamkan api yang membakar gudang produksi pabrik jajanan sanghai merek Gangsar di Ngunut, Tulungagung, Sabtu (14/5/2022). ANTARA/HO-Humas Polres Tulungagung

jpnn.com, TULUNGAGUNG - Kebakaran pabrik jajanan sanghai merek Gangsar di Ngunut, Tulungagung akibat arus pendek atau konsleting listrik.

Namun untuk lebih memastikannya, Polres Tulungagung telah berkoordinasi dengan Puslabfor Polri Cabang Polda Jatim untuk melakukan uji forensik di lokasi kebakaran.

BACA JUGA: Ini Tampang Oknum TNI yang Ditangkap Polisi, Kolonel Antonius: Dia Sudah jadi Tersangka

Tim Puslabfor pun sudah tiba di Ngunut, Tulungagung untuk melakukan pengamatan dan mengambil sampel material di titik lokasi yang diyakini menjadi sumber awal kebakaran.

"Hasil identifikasi awal yang kami temukan, sementara diketahui asal api utama dari saklar listrik di dalam bangunan yang terbakar," kata Kasat Reskrim Polres Tulungagung AKP Agung Kurnia Putra, Sabtu.

BACA JUGA: Lokasi Kebakaran Pasar Gembrong Dibersihkan

Dia mengatakan pemeriksaan secara lengkap bakal dilakukan pada pekan depan.

"Jika ditemukan unsur kesengajaan nanti bisa cepat (diketahui hasilnya)," jelasnya.

Sejauh ini dari pemeriksaan belum ditemukan unsur sabotase.

Sebelumnya dikabarkan Pabrik Sanghai Gangsar di Jalan Demuk Ngunut milik Sutrimo terbakar hebat pada Jumat (13/5) petang pukul 18.00. Kerugian akibat kebakaran itu ditaksir mencapai Rp 1,5 miliar.

Tim damkar hingga mengerahkan mengerahkan seluruh potensi yang ada. Ada tiga mobil damkar dan dua mobil/truk tangki suplai air yang dikerahkan.

Pemadaman berlangsung cepat, kurang dari satu jam. Namun pembasahan membutuhkan waktu yang agak lama, hampir dua jam. Api berhasil sepenuhnya dikuasai dan dipadamkan pada pukul 20.50 WIB.

Gedung yang terbakar merupakan bangunan tua, dimungkinkan instalasi di gedung itu juga sudah uzur.

Menurut Agung, gedung itu masih beratap kayu, sehingga ketika terbakar api menjalar dengan cepat. Apalagi di lokasi juga terdapat benda-benda yang mudah terbakar.

“Tempat penggorengan kacang, di situ ada minyak, kayu dan atapnya juga dari kayu," ungkapnya. (antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : Rah Mahatma Sakti

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler