Ini Peran Pendiri Saracen setelah Polisi Bekuk Jasriadi

Kamis, 31 Agustus 2017 – 16:56 WIB
Muhamad Abdullah Harsono (berkaus hijau) saat dijemput tim Bareskrim Polri. Foto: istimewa for Jawa Pos

jpnn.com, JAKARTA - Penyidik Bareskrim Polri terus mendalami peran Muhamad Abdullah Harsono (MAH) yang menjadi tersangka baru kasus sindikat Saracen yang berbisnis hoaks dan ujaran kebencian. Berdasar penelusuran polisi, Harsono merupakan pendiri sekaligus motor penggerak Saracen.

Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Kombes Martinus Sitompul mengatakan, Harsono mempunyai peran lebih dibanding anggota sindikata Saracen lainnya. Harsono pula yang mengutak-atik situs Saracen ketika sindikat itu terbongkar.

BACA JUGA: Pendiri Saracennews.com Terjebak Taktik Polisi

"Keterlibatan dia ini adalah sebagai founder Saracen. Dia ini juga yang mengganti web dari saracennews.com menjadi nkrihargamati. Artinya dia juga memiliki kemampuan itu," kata Martinus kepada JawaPos.com, Kamis (31/8).

Menurut Martinus, situs polisi sebenarnya sudah lama memantau situs itu. Karenanya ketika situs saracennews.com berganti nama, polisi pun langsung mengetahuinya.

BACA JUGA: Bareskrim Tangkap Pendiri Saracen

“Karena sejak awal kami katakan bahwa web ini kami biarkan, kami ingin tahu perkembangannya, apa yang dilakukan pasca-penangkapan JAS (Jasriadi, red),” imbuh Martinus.

Setelah melakukan pergantian web, Hasrono diduga juga mengunggah ujaran kebencian bernuansa suku, agama, ras dan antar-golongan (SARA). "Pelaku kini sudah ditahan dan akan kami kembangkan dengan melakukan pemeriksaan mendalam intensif," tambahnya.

BACA JUGA: Bareksrim Tangkap Pelaku Terkait Kasus Saracen di Riau

Sementara ini, penyidik Bareskrim Polri masih fokus mendalami peran Jasriadi sebagai ketua Saracen. Polisi bahkan sudah mengantongi hubungan antara Jasriadi dengan Harsono yang pernah menggelar pertemuan di Jakarta.

"Kemudain dalam diskusi mereka ada upaya salah satunya membuat proposal. Sebagaimana yang sudah disampaikan sebelumnya," terang dia.

Tak hanya itu, penyidik juga berkoordinasi dengan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) untuk menelusuri aliran dana di rekening para tersangka.

"Sudah ada sekitar 14 rekening yang kami minta kepada PPATK dan tentu kami ingin segera mungkin mendapatkan data analisis supaya lebih cepat kami mengurai," timpal dia.

Sebelumnya polisi membekuk Jasriadi (32), Sri Rahayu (32) dan M Faisal Tonong (43) di tiga lokasi berbeda. JAsriadi selaku pimpinan Saracen ditangkap di Pekanbaru.

Sedangkan Sri dibekuk di Cianjur, dan Faisal Tonong diringkus di Koja, Jakarta Utara. Ketiganya sudah menjadi tersangka.

Dengan tertangkapnya Harsono, maka pendiri Saracen itu menjadi tersangka keempat. Kini Harsono menjadi tahanan Bareskrim Polri yang dititipkan di Rutan Polda Metro Jaya.(elf/JPC)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Pemberantasan Hoaks Bukan Hanya Penyerang Pemerintah


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler