Ini Pesan IRT yang Gantung Diri Usai Bunuh 2 Anaknya di Pinrang, Begini Ceritanya

Selasa, 20 September 2022 – 20:10 WIB
Polisi melakukan olah TKP. Ilustrasi. Foto: dok.JPNN.com

jpnn.com, PINRANG - Seorang ibu rumah tangga (IRT) berinisial M (37) di Kelurahan Pakkie, Kecamatan Tiroang, Pinrang, Sulawesi Selatan (Sulsel) ditemukan tewas dengan posisi menggantung pada Senin (19/9) sekitar pukul 11.00 WITA.

Dua anaknya berinisial MD, 8, dan MN, 5, juga ditemukan meninggal di sampingnya. Kedua bocah itu diduga tewas karena diracun oleh ibunya sebelum gantung diri.

BACA JUGA: Aipda Rudi Suryanto Resmi Dipecat dari Polri, Pangkat dan Seragam Dicopot, Lihat

Polisi yang melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) menemukan beberapa barang bukti. Seperti catatan piutang, botol racun hingga smartphone.

Selain itu, terdapat pesan voice note atau pesan suara yang dikirimkan kepada sang suami bernama Abdul Somad.

BACA JUGA: Oknum Polisi Pemukul Prajurit TNI di Palembang Diperiksa Psikolog, Oh Ternyata

"Ada pesan suara yang dikirimkan oleh IRT kepada suaminya," kata Kapolres Pinrang AKBP Moh Roni Mustafa, Selasa (20/9) siang.

Dalam rekaman itu, M mengakui telah memberi racun kepada kedua anaknya. Alasannya karena tak ingin memberi beban kepada sang suami.

BACA JUGA: Yuk! Nonton, Ini Link Live Streaming Timnas U-20 Indonesia vs Hong Kong

Selain itu, M meminta kepada sang suami untuk mengurus anak pertamanya yang sudah besar. Dia berharap sang suami tetap semangat dalam menjalani kehidupan.

M juga menyampaikan ada utang piutang yang iya catat dalam buku. Bahkan sebelum bunuh diri, dia menyebut harus menebus emas milik H. Dahlia tetapi tidak ada uang.

"Kami belum tahu berapa utang piutang milik korban, karena sampai saat ini kami masih melakukan penyidikan," ungkap AKBP Moh Roni Mustafa.

BACA JUGA: Oknum Polisi Pemukul Prajurit TNI di Palembang Diperiksa Psikolog, Oh Ternyata

Diakhir rekaman itu, IRT itu mengaku sangat menyayangi suaminya. Dia sangat berharap sang suami tetap menyayangi anak pertama seperti menyayangi dua putranya yang meninggal dunia. (mcr29/jpnn)


Redaktur : Budianto Hutahaean
Reporter : M. Srahlin Rifaid

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler