Ini Rahasia Gravel Meraih Kepercayaan Konsumen & Tukang

Jumat, 09 Desember 2022 – 08:52 WIB
Gravel merupakan perusahaan teknologi yang bergerak di bidang konstruksi dengan misi membangun Indonesia dengan membangun manusianya. Foto: Dok Gravel

jpnn.com, JAKARTA - Pengguna jasa merasa harga upah untuk pekerja bangunan yang dibayarkan terlalu tinggi, tetapi tidak jarang juga tukang sebagai pemberi jasa menganggap bayarannya tidak sesuai dengan pekerjaannya.

Bersama Gravel ketidaksetaraan harga ini berhasil diubah.

BACA JUGA: Gravel Dorong Inovasi Manajemen Digital Demi Memajukan Industri Konstruksi di Indonesia

Hal itu dibuktikan Gravel dengan menyelesaikan lebih dari 4.000 proyek pembangunan dengan bantuan lebih dari 25 ribu tukang, atau yang akrab disebut Dulur, yang tersebar di 18 provinsi di Indonesia.

Gravel sebagai aplikasi pencari tukang mengedepankan prinsip fairness (kewajaran dan keadilan) bagi konsumen (pengguna aplikasi) dan mitra usaha (pekerja konstruksi).

BACA JUGA: Ikhtiar Gravel Membantu Menyediakan Lapangan Pekerjaan di Bidang Konstruksi

Prinsip itu membuat pada pemangku kepentingan ini memperoleh keadilan dalam transaksi jasa.

Co-Founder dan CEO Gravel, Georgi Putra memaparkan Gravel menyediakan tukang yang memiliki kualitas keterampilan sesuai standar industri konstruksi dan berpengalaman.

BACA JUGA: Tim Mainsepeda Ukir Catatan Manis di Unbound Gravel 2022

Setiap tukang yang ingin menjadi mitra harus melewati tahap seleksi keterampilan yang ketat.

Selain nilai yang seimbang dengan harga, konsumen juga mendapatkan transparansi harga dan informasi pekerja melalui aplikasi Gravel.

Menurutnya, keahlian dan pengalaman tukang dapat dicek terlebih dahulu sebelum melakukan pemesanan.

Keterbukaan ini tak hanya membuat konsumen percaya, tetapi juga dimudahkan karena tidak lagi melalui negosiasi harga yang sering alot dan ketidakjelasan kualitas kerja yang sering terjadi saat mencari tukang dengan cara konvensional.

“Kami meyakini bahwa bisnis jasa, cara konvensional maupun digital, ujungnya tetap bermuara prinsip kepercayaan, dan kepercayaan ini didapat dengan keadilan dan keterbukaan. Hingga saat ini kami telah menuai hasilnya dan mendapatkan feedback tingkat kepuasan konsumen sebesar 99,7 persen," ungkap Georgi.

Georgi menjelaskan prinsip keadilan ini juga diterapkan sama kepada tukang. Penetapan harga tukang Gravel masih berada di kisaran harga pasar dengan memastikan nilai yang diterima konsumen terukur dan berbanding seimbang dengan kualitas jasa yang diberikan.

Gravel memiliki standar upah yang jelas sesuai dengan keahlian dan pengalamannya. Gravel membedakan upah antara mandor, tukang, dan kernet dibuat dengan mempertimbangkan fungsi kerja dan tanggung jawab yang berbeda.

Tukang juga diklasifikasikan lagi menjadi beberapa kategori keahlian agar pekerjaannya fokus dan tidak tumpang tindih, misalnya tukang atap akan fokus mengerjakan tugas instalasi atau renovasi atap.

Gravel juga menetapkan jam kerja yang jelas. Jika membutuhkan waktu pengerjaan ekstra, konsumen harus mengajukan permintaan lembur dari aplikasi dan menyetujui harga lembur yang sudah ditetapkan.

"Pembayaran upahnya pun jelas dan tepat waktu dengan sistem hari ini kerja, besok pasti gajian. Begitu pekerjaan dinyatakan selesai oleh konsumen dari aplikasi, besok tukang bisa langsung mencairkan upah," katanya.

Penerapan-penerapan prinsip keadilan kepada tukang ini telah memberikan dampak ekonomi yang cukup besar kepada ribuan tukang. Yang terpenting, mereka lebih mandiri dan tidak memiliki ketergantungan menunggu pekerjaan yang kerap terjadi ketika hanya mengandalkan ajakan mandor atau pemborong saja.

Lewat aplikasi Gravel Dulur, tukang bisa mencari pekerjaan sendiri dan menjadi lebih berdaya.

“Ini bukan berarti Gravel ingin mendisrupsi cari kerja tukang dengan cara konvensional. Justru kami ingin memperluas channel tukang dalam mencari rezeki dengan memanfaatkan teknologi. Cara cari kerja lewat aplikasi Gravel adalah sesuatu yang mudah dipahami dan bisa dilakukan siapa saja. Kami ingin tukang-tukang di Indonesia semakin berdaya dan sejahtera” Co-Founder dan CPO Gravel, Fredy Yanto.

Gravel merupakan perusahaan teknologi yang bergerak di bidang konstruksi dengan misi membangun Indonesia dengan membangun manusianya.

Fokus Gravel adalah menghubungkan para pencari dan penyedia tenaga kerja konstruksi dengan mudah, cepat, dan transparan melalui aplikasi Gravel. Hingga November 2022, Gravel telah berpartisipasi dalam lebih dari 4.000 proyek pembangunan dan renovasi bangunan, fasilitas umum dan infrastruktur di 18 provinsi di Indonesia. (jpnn)


Redaktur : Elvi Robiatul
Reporter : Elvi Robiatul, Elvi Robiatul

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag
gravel   konsumen   tukang   teknologi  

Terpopuler