Ini Reaksi BIN Terhadap Teror di KJRI Sydney

Rabu, 04 Maret 2015 – 13:14 WIB
Ilustrasi

jpnn.com - JAKARTA - Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Marciano Norman menyatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan kepolisian dan badan intelijen Australia, terkait aksi pelemparan cairan berupa darah dalam balon di KJRI Sydney.

Ia mengaku meminta pihak keamanan Australia untuk terus mengamankan KJRI Sydney. 

BACA JUGA: Sudah Tiga Terpidana Mati Tiba di Nusakambangan

"Kita minta penguatan pengamanan pada mereka. Mereka bertanggungjawab untuk mengamankan KJRI dan KBRI itu," ujar Marciano di kompleks Istana Negara, Jakarta, Rabu (4/3).

Marciano mengungkapkan kesimpulan sementara, pelemparan itu sengaja dilakukan karena ketidakpuasan terhadap eksekusi mati yang akan dilakukan oleh Indonesia terhadap dua Bali Nine asal Australia. 

BACA JUGA: Biaya Haji Bisa Turun Rp 3 Juta

Sejauh ini, kata dia, belum diketahui identitas dari pelaku yang berjenis kelamin perempuan tersebut.

"Pelakunya belum dapat sampai sekarang. Ini kan orang tak dikenal. Saya rasa kita minta saja atensi dari kepolisian setempat untuk menjaga di sana," tandas Marciano. (flo/jpnn)

BACA JUGA: Luhut Disebut sebagai The Real President

BACA ARTIKEL LAINNYA... Bamsoet Ingatkan Menkumham tak Gegabah Sikapi Putusan MPG


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler