Ini Rincian Bantuan Sosial untuk Warga di Jateng Selama Wabah Covid-19

Kamis, 02 April 2020 – 17:45 WIB
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo sudah menyiapkan dana untuk penanganan dampak virus corona. Foto: Pemprov Jateng

jpnn.com, SEMARANG - Provinsi Jawa Tengah telah menyiapkan anggaran Rp1,4 triliun untuk penanganan wabah covid-19. Menurut Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mayoritas anggaran akan digunakan sebagai bantuan sosial untuk masyarakat.

Ganjar mengatakan program bantuan sosial segera dilaksanakan di Jawa Tengah. Dalam waktu dekat, bantuan sosial itu akan didistribusikan kepada masyarakat

BACA JUGA: Ganjar Bersedih, Ada yang Tega Menolak Pemakaman Jenazah Pasien Corona

"Ada sekitar 1,8 juta masyarakat yang kami jadikan sasaran untuk program bantuan sosial itu. Anggaran Rp1,4 triliun tersebut, sebagian besar yakni Rp1 triliun lebih kami alokasikan untuk itu," ujar Ganjar ditemui usai menggelar rapat terbatas bersama Presiden Joko Widodo dan jajaran menteri di rumah dinasnya pada Kamis (2/4) .

Hari ini, lanjut Ganjar, pembahasan terkait keuangan itu ditargetkan selesai secara administratif sehingga, eksekusi penyerahan bantuan sosial bisa segera dilakukan.

BACA JUGA: 5 Berita Terpopuler: Harus Hadapi Kondisi Terburuk Corona, Obat Herbal AntiCovid, Freeport Berdarah

Bantuan sosial ini diberikan Rp200.000 per bulan, selama tiga bulan berturut-turut. Untuk bentuk bantuan, Ganjar berharap bukan berupa uang tunai, melainkan barang atau kebutuhan pokok.

Bansos ini diperuntukkan masyarakat miskin desil 3 dan 4. Sedangkan untuk desil 1 dan 2 telah menjadi tanggung jawab pemerintah Pusat melalui Kementerian Sosial.

Baik dari pusat maupun Jateng, nominal bantuan sama yakni Rp 200 ribu per bulan.

"Jadi untuk desil 1-2 bisa segera kita eksekusi segera, tentunya dengan komunikasi bersama Kementerian Sosial. Nah untuk desil 3-4 yang dari kami, kita lakukan percepatan," tegasnya.

Pemprov Jateng saat ini terus berkoordinasi dengan bupati/wali kota terkait pendataan agar program bantuan sosial sinkron dan tepat sasaran. 

Ganjar juga meminta bupati/wali kota berkomunikasi intens dengan pemprov dalam rangka relokasi dan realokasi anggaran terkait bantuan sosial.

"Sehingga tidak terjadi tumpang tindih dan bisa saling melengkapi, agar lebih banyak masyarakat yang nasibnya tidak baik saat ini, bisa kita rescue dengan cepat," paparnya.

Selain itu Ganjar juga menggenjot bantuan dari swasta, badan amil zakat infaq dan sodaqoh (Baznas).

"Ada CSR, Baznas, para filantropi dan individu yang mau membantu, akan kami dorong untuk program ini," pungkasnya. (flo/jpnn)


Redaktur & Reporter : Natalia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler