Ini Strategi PT Nestle Mewujudkan Nol Emisi Karbon di Indonesia

Selasa, 23 Agustus 2022 – 16:23 WIB
President Director PT Nestle Indonesia Ganesan Ampavanar. Foto: Tangkapan layar diskusi virtual Safe Forum 2022 Katadata, Selasa (23/8).

jpnn.com, JAKARTA - Pemerintah telah menyiapkan tiga strategi utama dalam pembangunan rendah karbon.

Adapun tiga strategi itu, di antaranya kebijakan net zero emissions hijau untuk menurunkan emisi gas rumah kaca, stimulus hijau untuk pemulihan ekonomi, dan implementasi kebijakan pembangunan rendah karbon untuk memenuhi target RPJMN 2020-2024.

BACA JUGA: Nestle Ideal Hadir Sebagai Solusi Kebutuhan Zat Gizi pada Anak

Oleh karena itu, baik perusahaan global maupun Indonesia telah menyatakan komitmen dan mempersiapkan strategi untuk transisi bisnis ke ekonomi rendah karbon.

Salah satu perusahaan global terbesar di dunia, Nestle Indonesia memiliki dua komitmen besar, yakni mencapai emisi nol menjelang tahun 2050 dan yang kedua memastikan 100 persen kemasan dapat didaur ulang.

BACA JUGA: Industri Makanan dan Minuman Seksi, Nestle Tambah Investasi Rp 1,4 Triliun

President Director Nestle Indonesia Ganesan Ampavanar mengatakan Nestle Indonesia mempunyai komitmen 100 persen serta memiliki empat pilar fokus.

"Yang pertama perubahan iklim, keberlanjutan kemasaan, kepedulian air, dan keberlanjutan pengadaan bahan baku. Kami memastikan komitmen tidak dalam perusahaan Nestle saja, tetapi memastikan upaya pengurangan emisi dilakukan sepanjang mata rantai usaha," ujar Ganesan pada diskusi virtual Safe Forum 2022 Katadata, Selasa (23/8).

Menurut Ganesan, jika Nestle hanya fokus kedalamam itu perkara yang mudah sehingga harus menjadikan komitmen itu bergerak dengan cepat mulai hari ini.

Lebih lanjut, Nestle mempunyai jangka pendek, sederhana, dan panjang.

Kemudian untuk jangka pendek ialah pada 2025, sederhana 2030 dan jangka panjang 2050.

Selanjutnya, menjelang 2025, yaitu dua tahun dari sekarang Nestle Indonesia  menargetkan pengurangan emisi sebesar 20 persen di Indonesia dan besar kemungkinan akan mencapai target ini menjelang 2025 dan 50 persen menjelang 2030 dan 50 persen 2050.

"Kami juga ingin memastikan dalam jangka pendek ini target lain dapat dicapai. Di tahun ini 88 persen kemasan Nestle sudah dapat didaur ulang, besar kemungkinan menjelang 2050 ada banyak tantangan kecil yang harus dilakukan di sepanjang pasok rantai kami," tutup Ganesan. (mcr28/jpnn)


Redaktur : Elvi Robiatul
Reporter : Wenti Ayu Apsari

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag
Nestle   emisi   Karbon   Ekonomi  

Terpopuler