Ini Strategi SILO Menangkap Peluang dari Tren Industri Kesehatan 

Jumat, 15 Maret 2024 – 10:33 WIB
PT Siloam International Hospitals Tbk. (SILO) mengantisipasi perkembangan tren industri kesehatan di Indonesia. Foto dok. SILO

jpnn.com, JAKARTA - PT Siloam International Hospitals Tbk. (SILO) mengantisipasi perkembangan tren industri kesehatan di Indonesia.

Oleh karena itu, SILO telah mengindikasikan 4 megatren utama perawatan kesehatan di Indonesia.

BACA JUGA: RS Siloam Targetkan Skrining Kanker Payudara Gratis untuk 50 Ribu Wanita

Pertama, meningkatnya demografi populasi lansia. Kedua, meningkatnya tingkat adopsi teknologi digital.

Ketiga, meningkatnya kesadaran perawatan kesehatan terhadap perawatan pencegahan.

BACA JUGA: Layanan Spesialisasi Dorong Pertumbuhan Kinerja SILO  

Terakhir, digitalisasi perawatan kesehatan.

Selain itu, Indonesia akan terus mengalami pertumbuhan pembelanjaan layanan kesehatan yang kuat selama beberapa tahun ke depan seperti yang ditunjukkan oleh CAGR industri layanan kesehatan dari 2022 hingga 2030 yang diproyeksikan sebesar 7-8%, menurut Kementerian Kesehatan Indonesia.

BACA JUGA: Siloam Hospitals Jember Dianugerahi Pusaka Lingkungan, Selamat

Group CEO LPKR sekaligus Komisaris Utama SILO John Riady menyampaikan sebagai salah satu penyedia layanan kesehatan terbesar di Indonesia Siloam mengikuti tren tersebut.

Di samping menghadirkan berbagai inisiatif, program klinis kuratif dan teknologi digital untuk mendukung pertumbuhan industri kesehatan di Indonesia.

Seiring dengan pertumbuhan pasar dan inisiatif-inisiatif yang dilakukan, SILO menetapkan jalur untuk mencapai tingkat pertumbuhan dua digit yang tinggi, mengungguli industri kesehatan. 

Melalui inisiatif digital SILO misalnya, pasien dalam melakukan pemesanan secara instan, mengantri secara virtual, hingga melakukan medical check up (MCU) pada hari yang sama. 

"Saluran digital ini termasuk Aplikasi MySiloam, situs web Siloam, pusat kontak khusus, dan nomor WhatsApp khusus," kata John Riady dalam keterangannya, Jumat (15/3).

Seiring dengan meningkatnya popularitas saluran digital Siloam, jumlah pasien yang diperoleh secara digital juga meningkat.

Saluran digital Siloam termasuk obrolan langsung dan WhatsApp berkontribusi 21% atau sekitar 532.285 pemesanan terhadap total kunjungan rawat jalan per September 2023.

SILO telah mengembangkan sistem umpan balik pasien digital yang disebut Siloam Online Feedback Aggregator System (SOFAS) sehingga pasien dapat memberikan umpan balik langsung yang akan diterima secara real-time oleh tim khusus.

Melalui SOFAS yang diimplementasikan di semua unit Grup RS Siloam, sekitar 80% keluhan dapat diselesaikan dalam 2 jam.

Per September 2023, aplikasi MySiloam telah diunduh lebih dari 2 juta pengguna. Rata-rata pengguna aktif bulanan mencapai 170 ribu pasien dan rata-rata tingkat engagement lebih dari 78%. 

Dari sisi trafik mencapai 12 juta per bulan hingga 9M2023.

Layanan aplikasi MySiloam mencakup rencana pertemuan dengan dokter, buku medical check up, akses personal histori medis hingga hasilnya, video telekonsultasi, hingga layanan emergensi dan informasi RS Siloam.

Peningkatan saluran digital MySiloam turut mendorong peningkatan kinerja positif SILO pada 9M2023.

Per September 2023, SILO mencatatkan pendapatan Rp8,24 triliun, naik 21,55% dari Rp 6,93 triliun per September 2022. 

Perinciannya, pendapatan rawat inap Rp 4,73 triliun per kuartal III/2023 naik dari sebelumnya Rp3,86 triliun, dan pendapatan rawat jalan Rp 3,51 triliun naik dari Rp 3,06 triliun per kuartal III/2022. 

Siloam juga mencatatkan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk Rp858,90 miliar. Laba bersih tersebut melonjak 91,20% dari sebelumnya Rp449,21 miliar. (esy/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Layanan Terintegrasi RS Siloam, Pasien Makin Dimudahkan 


Redaktur : Dedi Sofian
Reporter : Mesyia Muhammad

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler