Ini Taruhan Pak Tito Jika Teroris Bintara Terbukti Hasil Rekayasa

Jumat, 16 Desember 2016 – 11:22 WIB
Kapolri Jenderal Tito Karnavian. Foto: dokumen JPNN.Com

jpnn.com - JAKARTA - Kapolri Jenderal Tito Karnavian menyatakan bahwa penangkapan jaringan teroris di Bintara, Bekasi pada pekan lalu bukanlah upaya pengalihan isu. Karenanya Tito menegaskan, penangkapan terduga teroris yang berencana meneror kompleks Istana Negara itu bukan hasil rekayasa.

"Saya sendiri kalau ini rekayasa, siap dicopot. Apa yang kami kerjakan adalah murni dari penyelidikan berbulan-bulan," kata Tito di Mabes Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (16/12).

BACA JUGA: Korlantas Polri Luncurkan Tiga Aplikasi Online, Nih Manfaatnya

Tito menjelaskan, masyarakat seharusnya bersyukur atas penangkapan itu. Sebab, aksi teror bisa dicegah.

Meski begitu Tito menegaskan, Polri tidak butuh pujian atas penangkapan tersebut. Sebab, hal itu memang sudah menjadi tugas Polri.

BACA JUGA: Kapolri Siap Mundur jika Ada Rekayasa Bom Panci

"Jadi ledakkan itu tidak terjadi artinya menyelamatkan masyarakat dan kami tidak perlu pujian ini memang tugas kami. Nanti pahala dari Yang Maha Kuasa," beber dia.

Tito pun mengaku bangga dengan anak buahnya di Densus 88 Antiteror. Mantan kepala Badan Nasional Penanggulangan Teror (BNPT) itu juga mengimbau Densus agar tidak mennggubris suara sumbang yang berpotensi menjatuhkan semangat mereka.

BACA JUGA: Tiga Acara Besar Manado Dongkrak Kunjungan Wisman Tiongkok

Di sisi lain Tito juga meminta publik tidak terpengaruh dengan komentar-komentar yang menyebut penangkapan terduga teroris kaki tangan Bahrun Naim sebagai pengalihan isu. Tito pun menantang pihak-pihak yang mengumbar tuduhan untuk menyodorkan bukti.

"Jadi tolong ya masyarakat jangan mudah terpengaruh, mudah berkomentar pengalihan isu. Kalau ada bukti bahwa ini rekayasa, tunjukkan buktinya itu dan kita akan lakukan tindakan tegas," tandas Tito.(mg4/jpnn)

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Sikapi Kondisi Bangsa, Umat Muslim Harus Bisa Ubah Cara Pandang


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler