Inilah 100 Pria yang Belakangan ini Meresahkan Warga di Makassar, Lihat Baik-baik Wajahnya

Sabtu, 12 Juni 2021 – 23:51 WIB
Sejumlah orang diduga preman diamankan saat Operasi Pekat di kantor Polrestabes Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (12/6). Foto: Antara

jpnn.com, MAKASSAR - Sekitar seratusan orang diduga preman diamankan polisi dalam Operasi Pekat di di Makassar, Sulawesi Selatan.

Penindakan ini sebagai tindak lanjut arahan Kapolri untuk memberantas premanisme dan pungutan liar .

BACA JUGA: 5 Berita Terpopuler: Kubu Habib Rizieq Tersenyum Lihat BTS Meal, Ini Reaksi Panglima TNI, Irjen Argo Langsung Datang

"Kami melakukan Operasi Pekat yaitu operasi premanisme sesuai arahan dan perintah pimpinan," kata Wakasat Reskrim Polrestabes Makassar, AKP Sugeng Suprijanto, Sabtu.

Dia menyatakan, operasi ini bagian dari peningkatan atas gangguan kamtibmas, serta arahan Kapolri untuk menekan tindakan kriminalitas baik di jalan raya, serta daerah rawan lainnya.

BACA JUGA: Tiga Perempuan dan 15 Laki-Laki Digerebek Polisi, Hayo Ngapain?

Operasi premanisme tersebut ditentukan pada semua jalan raya protokol, termasuk tempat yang dianggap mengganggu kerawanan lalulintas dan keamanan Kota Makassar.

Beberapa dari yang diamankan petugas adalah "pak ogah" atau orang yang mengarahkan kendaraan pada tiap belokan atau bukaan di jalan raya.

BACA JUGA: Lihat, Para Pemuda Diduga Preman Ini Tak Berkutik saat Digeledah Polisi

"Diamankan seratusan orang kurang lebih. Mereka diamankan pada beberapa titik. Mereka diduga melakukan parkir liar dan pemalakan orang maupun aktivitas kendaraan yang akan berbelok di tikungan (bukaan) pada sejumlah jalan raya," sambungnya.

Seluruh preman tersebut dibawa ke kantor Polrestabes Makassar untuk didata dan diminta keterangannya. Bila terbukti bersalah maka akan ditahan.

Selain mengamankan preman, minuman keras juga ditemukan dari gerombolan aksi balap liar.

"Kami melakukan setiap waktu malam, siang maupun subuh. Tim dari Reskrim utamanya dari tim unit Jatanras, Penikam serta Patmor terus melakukan operasi pekat," katanya.

Dia menambahkan, polisi akan melakukan pemeriksaan intensif terhadap tukang parkir yang tidak jelas. Polisi akan memanggil orang tua atau ketua RT RW-nya dan Binmas.

"Kami akan serahkan kembali ke orang tua bila dinyatakan tidak bersalah," sambungnya.

Sebelumnya, Operasi Pekat tersebut digelar atas tindak lanjut instruksi dan perintah Presiden Joko Widodo secara langsung kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk memberantas premanisme yang meresahkan masyarakat.

Kemudian mengeluarkan perintah kepada seluruh jajaran kepolisian di Indonesia untuk melakukan operasi.

Instruksi tersebut keluar setelah Presiden Jokowi saat kunjungan kerja sekaligus mendengar keluhan sejumlah sopir di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta.

Keluhan itu terkait maraknya pungli dan praktik premanisme yang merugikan para sopir kontainer. (antara/jpnn)

Video Terpopuler Hari ini:


Redaktur & Reporter : Natalia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler