Inilah 11 Adik Sultan, yang Dipastikan Tidak Akan Diam

Sabtu, 09 Mei 2015 – 05:59 WIB
Sri Sultan HB X. Foto: Radar Jogja/JPNN

jpnn.com - JOGJAKARTA - GBPH Yudhaningrat menyatakan, seluruh adik Sultan yang berjumlah 11 orang tidak akan tinggal diam menyikapi sabdaraja dan dawuhraja kakaknya tersebut.

Mereka menilai langkah Sultan telah melanggar adat dan paugeran keraton. ’’Yang dilakukan Ngarsa Dalem (HB X) melalui sabdaraja dan dawuhraja batal demi hukum. Itu akan menjadi sikap resmi kami, 11 putra HB IX. Pengumuman akan disampaikan Kangmas Hadiwinoto,’’ kata Gusti Yudha, panggilan GBPH Yudhaningrat, kemarin.

BACA JUGA: Berakhir Sudah Dinasti Hamengku Buwono...

Semula, pengumuman dilakukan Jumat pagi (8/5) di Masjid Gedhe Kauman Jogja. Namun, rencana tersebut ditunda sambil menunggu situasi lebih kondusif.

Sebelas putra HB IX secara berurutan adalah KGPH Hadiwinoto, GBPH Hadisuryo, GBPH Prabukusumo, GBPH Pakuningrat, GBPH Yudhaningrat, dan GBPH Condrodiningrat. Selanjutnya, GBPH Suryodiningrat, GBPH Suryometaram, GBPH Hadinegoro, dan GBPH Suryonegoro.

BACA JUGA: Undang Mendagri, Komunikasi dengan MA dan MK

Mereka adalah putra-putra yang lahir dari empat istri HB IX, yaitu Kanjeng Raden Ayu (KRAy) Pintoko Purnomo, KRAy Windyaningrum, KRAy Hastungkara, dan KRAy Tjiptomurti.

Enam putra HB IX dari KRAy Tjiptomurti yang selama ini tinggal di Jakarta, yakni GBPH Pakuningrat, GBPH Cakraningrat, GBPH Suryodiningrat, GBPH Suryometaram, GBPH Hadinegoro, dan GBPH Suryonegoro, diundang HB X di Keraton Kilen pada Kamis (7/5). Mereka telah mendapat penjelasan soal sabdaraja dan dawuhraja tersebut.

BACA JUGA: Ini 3 Kepentingan yang Membuat Golkar Pecah 2 Kubu Versi Tommy Soeharto

Mengenai sabdaraja yang batal demi hukum, hal tersebut diungkapkan KGPH Hadiwinoto saat berziarah ke makam raja-raja Mataram di Imogiri, Rabu (6/5). Adik kandung HB X tersebut menyatakan bahwa kakaknya keliru mengenakan busana keprabon atau kebesaran saat sabdaraja tersebut.

’’Pakaian yang digunakan adalah busana putra mahkota atau adipati anom, bukan busana sultan. Karena keliru, produk yang dihasilkan juga batal demi hukum,’’ tegas Gusti Hadi, sapaan KGPH Hadiwinoto. (pra/kus/JPG/c5/end)

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Keraton Jogja Minta Pengageng Keraton Surakarta tak Ikut Campur


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler