Inilah Jago Bu Mega untuk Pilgub NTT dan Sultra

Minggu, 17 Desember 2017 – 18:38 WIB
Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. Foto: dokumen JPNN.Com

jpnn.com, JAKARTA - Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri mengumumkan jagonya untuk pemilihan gubernur di Provinsi Nusa Tenggara Timur dan Sulawesi Tenggara (Sultra), Minggu (17/12). Megawati memiliki alasan khusus dalam memilih duet calon gubernur-calon wakil gubernur untuk NTT dan Sultra.

Untuk Pemilihan Gubernur (Pilgub) NTT, Megawati memutuskan mengusung pasangan Marianus Sae-Emilia J Nomleni. Megawati mengaku mengenal Emilia sebagai pecinta kain tenun.

BACA JUGA: PDIP Borong Kambing Kejobong Hasil Kelompok Tani Ngudidadi

Presiden Kelima RI itu juga punya alasan lain dalam memasangkan Marianus dengan Emilia. Yakni untuk mencegah perpecahan antara kepala daerah dengan wakilnya.

"Kan saya mikir, ini kalau laki sama laki berantem deh, wong ngomongnya kayak begitu. Jadi saya pikir, Bung Karno kan dibuang ke Flores, ke Ende. Jadi di bukunya Sarinah mengatakan sumber peradaban itu adalah dari perempuan," ucap Megawati saat mengumumkan duet Marianus-Emilia di kantor DPP PDI Perjuangan Jl Diponegoro, Jakarta Pusat, Minggu (17/12).

BACA JUGA: PDIP Usung Jenderal Berbadan Besar jadi Cagub Maluku

Sedangkan untuk Pilgub Sultra, Megawati mengeluarkan rekomendasi agar partainya mengusung duet Asrun-Hugua. Asrun merupakan wali kota Kendari dua periode, sedangkan Hugua adalah mantan bupati Wakatobi dua periode.

Megawati mengatakan, Asrun merupakan pelopor green city dan smart city. Putri Proklamator RI itu juga menyebut Asrun berhasil membangun toleransi di Kendari.

BACA JUGA: PDIP Usung Petahana di Pilgub Riau 2018

“Sosok yang membuat Kendari sebagai kota spiritual dengan tradisi keagamaan yang penuh toleransi. Jadi cagub Sultra itu (dari PDIP, red) adalah Asrun," katanya.

Megawati menambahkan, tidak mudah baginya mencari calon pemimpin untuk diusung di Pilkada 2018. Sebab, yang menjadi poin penting baginya dalam mengeluarkan rekomendasi bagi calon kepala daerah adalah kemampuan figur yang diusung untuk memenangkan hati rakyat.

"Buat saya kalah menang hal biasa tapi tentunya sudah bertekad bahwa yang saya pilih itu dapat memenangkan, mendapatkan perhatian, mendapatkan suara dari rakyat yang akan memilih. Biarkan rakyat jadi terdidik untuk memilih pemimpinnya," tegas Megawati.(fat/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Megawati Usul 5 Persen APBN untuk Riset


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler