Inilah Kaitannya Jari Manis Pria dengan COVID-19

Senin, 08 Juni 2020 – 14:40 WIB
Ilustrasi virus corona. Foto: Pixabay

jpnn.com, JAKARTA - Melirik jari manis pria, Anda biasanya bisa mengetahui apakah mereka sudah menikah atau belum menikah. Yang cukup menarik, jari yang sama di tangan kiri pria bisa membantu menentukan bagaimana tubuh mereka akan bereaksi terhadap infeksi COVID-19 dan apakah mereka bisa bertahan hidup dari virus ini atau tidak.

Menurut sebuah studi baru yang diterbitkan dalam jurnal Early Human Development, pria dengan jari manis yang lebih panjang, memiliki kemungkinan kematian yang lebih rendah dari infeksi virus corona dan lebih cenderung menghadapi gejala covid yang ringan.

BACA JUGA: Kabar Baik, VCO Berhasil Bunuh Virus Corona, Sudah Terbukti!

Sementara telah diketahui bahwa gender adalah faktor risiko utama mengenai penularan COVID-19. Penelitian ini menggali lebih dalam tentang apa yang membuat seorang pria lebih rentan sakit parah akibat COVID-19, sementara yang lain mungkin tidak menunjukkan gejala sama sekali.

Menurut ilmu pengetahuan, itu semua berkaitan dengan seberapa banyak pria terpapar testosteron dalam rahim, dimana semakin besar janin terpapar hormon ini, maka akan semakin panjang jari manis mereka terbentuk. 

BACA JUGA: Benarkah Jamur Cordyceps Berpotensi Lawan Corona?

Testosteron juga diperkirakan meningkatkan konsentrasi angiotensin-converting enzyme 2 (ACE2) dalam tubuh, yang membantu memerangi penyakit parah yang terkait dengan coronavirus.

"Teorinya adalah bahwa seseorang dengan tingkat hormon testosteron pranatal tinggi dan jari manis yang panjang, memiliki tingkat ACE2 yang lebih tinggi," kata salah satu penulis penelitian, John Manning dari Swansea University, seperti dilansir laman MSN, Minggu (7/6).

BACA JUGA: Suplemen Ini Bisa Menyelamatkan Anda dari Virus Corona, Benarkah?

Yang menarik, para peneliti menemukan sifat ini di negara-negara seperti Malaysia, Rusia dan Meksiko, di mana tingkat kematian akibat virus corona lebih rendah.

Para peneliti berharap temuan mereka bisa menyediakan biomarker untuk pria yang rentan terhadap COVID-19 dan membantu mengidentifikasi orang-orang yang disarankan untuk melakukan jarak sosial.(fny/jpnn)

Jangan Lewatkan Video Terbaru:

Read more...

Terpopuler