Inilah Kesaksian Pendaki yang Lolos dari Kebakaran Hutan, Tujuh Tewas

Senin, 19 Oktober 2015 – 07:12 WIB
Kebakaran hutan. Ilustrasi. foto: Angger Bondan/Jawa Pos

jpnn.com - MAGETAN - Lima pendaki asal Bumi Orek-Orek itu dikabarkan tewas terpanggang setelah terjebak kebakaran hebat di jalur pendakian Gunung Lawu, kemarin (18/10).

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Lawu tadi malam insiden kebakaran di jalur pendakian antara pos III dan IV itu total menewaskan tujuh pendaki. Lima dari Ngawi, dan seorang korban tewas hingga tadi malam belum teridentifikasi.

BACA JUGA: 10 Menit, Dua Pria Tewas Ditabrak KA

Adapun identitas lima pendaki asal Ngawi itu di antaranya Marwan, Nanang, Rita (warga Paron) dan Awang (Desa Karangasri). Mereka masih ada hubungan kerabat dan teman.

Diperoleh informasi pula Eko Nurhadi, Sekdes Desa Branggol Kecamatan Karangjati, satu-satunya yang selamat dari rombongan asal Ngawi tersebut. Eko menderita luka bakar 50 persen dan kini dirawat di RSUD dr Soedono, sebelumnya menjalani perawatan di RSUD dr Sayidiman.

BACA JUGA: Buruh Angkut Kayu Tewas Tertimpa Pohon Rambutan

"Saat berlari saya hanya lihat lima pendaki yang meninggal dunia," ujar Dita Kurniawan, salah seorang pendaki yang selamat dalam kejadian tersebut.

Dita mengaku bersama rombongannya dari SMK Yosonegoro berjumlah 12 orang turun dari puncak sekitar pukul 09.00 WIB. Saat di lokasi kebakaran bersama rombongan sempat dikepung api. Namun berhasil menyelamatkan diri dan dievakuasi sekitar pukul 12.00 WIB. Dita mengalami luka ringan meski sekujur kakinya melepuh.

BACA JUGA: Hutan Gunung Lawu Kebakaran, Enam Tewas, Dua Kritis

Saat berlari itu dirinya melihat jasad korban. Dita melihat posisi tiga jasad dalam keadaan terpanggang di antara bara api. Sedangkan dua dalam posisi tengkurap. "Tidak tahu kalau ada korban lainnya, tapi saya melihat lima," ujar warga Desa Candirejo Kecamatan/Kabupaten Magetan.

Dita mengatakan, dirinya masih menunggu teman-temannya yang dikabarkan juga selamat. Sembilan orang di antaranya yakni Alfian, Fredy, Dita, Mujib, Bebi, Fajar, Ahmad Safei, Tri Deki Kurniawan, dan Febria. Kesembilan orang tersebut merupakan siswa SMK Yosonegoro, Magetan kelas XII.

Sedangkan tiga orang lainnya Togung, Rina, dan Okta warga Sugihwaras, Maospati, Yoga, Eko, dan Gundul yang sebelumnya juga ikut dalam satu rombongan itu selamat turun via jalur  Cemoro Kandang.

"Tiga sudah turun selamat semua, Sembilan teman kami yang masih dicari, kami mendaki hari Sabtu (17/10) juga lewat jalur Cemoro Kandang," ucapnya.

Dita mengaku memang nekat turun meski terdesak dengan kepungan api. Api terlihat berkobar hebat mulai jalur pendakian pos III dan IV. Dita mengetahui api tersebut antara pukul 09.00 hingga 10.00. Bersama Nur, salah seorang temannya dirinya sempat berlindung di balik batu padas yang ada di sekitar jalur pendakian.

Keduanya berlindung di balik jaket dan tas yang dibawa, hingga akhirnya turun sekitar pukul 12.00 dan langsung melaporkan hal tersebut ke petugas perhutani di pos Cemoro Sewu. "Langsung kami laporkan," ungkap Nur Dwi Kuncoro.

Sementara, pantauan Jawa Pos tadi malam tujuh korban meninggal dunia masih proses evakuasi. Petugas gabungan TNI dan SAR lebih dulu mengevakuasi korban selamat. Seorang di antaranya Eko Nurhadi. (ian/ota)

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Di Depok, Harga Ayam Pedaging Naik Segini


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler