Inilah Kronologi Pembunuhan Sadis terhadap Bos Laundry Kaya

Sabtu, 19 Januari 2019 – 16:18 WIB
Pelaku pembunuhan sadis bos laundry. Foto: JPG

jpnn.com, SURABAYA - Sehari setelah ditemukannya jenazah Ester Lilik Wahyuni di semak-semak Romokalisari pada Kamis pagi (17/1), Satreskrim Polrestabes Surabaya berhasil mengungkap pembunuhnya.

Anak buah AKBP Sudamiran juga menangkap dua pelakunya. Mereka adalah karyawan usaha laundry Ester, yakni Syaifur Rizal alias Ijang (19) dan Moch. Ari alias Mat (20).

BACA JUGA: Pembunuhan Sekeluarga di Taput, Nenek Tewas, 3 Cucu Ditusuk

Keduanya ditangkap petugas saat hendak kabur ke Bawean. Dalam rilis kemarin, polisi juga menunjukkan barang bukti yang disita.

Antara lain, satu tong plastik tempat jasad Ester, satu Toyota Etios Valco L 1685 KY, dan Honda Revo L 6745 ZM yang digunakan untuk membuang jenazah korban.

BACA JUGA: Bos Laundry Itu Ditemukan Tewas Membusuk di Tong Sampah

Juga, 2 ponsel milik Ester, 3 seprai untuk mengikat Ester, serta beberapa KTP dan ATM milik Ester.

Menurut Kapolrestabes Surabaya Kombespol Rudi Setiawan, pembunuhan itu terjadi Senin (14/1) Keluarga kali terakhir melihat Ester hari itu.

BACA JUGA: Pembunuhan Satu Keluarga di Bengkulu Disertai Pemerkosaan?

"TKP (tempat kejadian perkara, Red)-nya di tempat laundry, di Simpang Darmo Permai Selatan," kata perwira dengan tiga melati di pundak tersebut. Semua berawal dari ulah Ijang dan Mat sendiri.

"Dari keterangan, mereka bekerja belum genap dua minggu," katanya.

Namun, mereka sudah membuat masalah. Jumat lalu (11/1) Ester menduga mereka mencuri dompet dan ponsel miliknya. Keduanya ketahuan nyolong. Dompet Ester kembali, sedangkan ponsel belum.

Keduanya tidak mengaku dan tidak mengembalikan. Ester marah, lalu memecat dan mengusir keduanya. Mereka sempat pergi, tapi kemudian kembali. Karena kasihan, Ester memberi mereka satu kesempatan lagi.

Saat datang pada Senin pukul 17.40, Ester melihat pintu pagar rumah yang juga tempat usaha laundry tersebut terbuka.

Dia tentu saja marah kepada dua karyawan itu. Keduanya memang tinggal di tempat tersebut. Ester marah, kemudian mengusir mereka.

Keduanya diam dan tak lama kemudian meminta uang transportasi sekaligus upah kerja selama berada di sana. Ester menolak.

Sambil berpura-pura mengemasi barang di lantai 2, dua penjahat itu berunding. Mereka sepakat menghabisi Ester.

Keduanya lalu turun dan menemui Ester. Tanpa banyak cingcong, keduanya memukuli bagian dada dan muka Ester.

Lalu, salah satu di antara mereka mencekik Ester hingga tewas. Setelah itu, tangan dan kaki Ester diikat. Ijang dan Mat juga mengambil dua ponsel Ester berikut uang Rp 2,4 juta.

Mereka juga hendak melenyapkan barang bukti dengan membuang jenazah korban. Namun, mereka bingung karena tidak bisa nyetir mobil.

Mereka kemudian mencari orang untuk mengantar dan membayarnya Rp 300 ribu. "Kami masih mencari sopir tersebut," papar Rudi.

Namun, sebelumnya, mereka sudah memasukkan jenazah Ester ke tong plastik untuk laundry. Supaya tidak menimbulkan kecurigaan, mereka membungkus jenazah Ester dengan seprai.

Dua penjahat tersebut menaruh jenazah itu di mobil Toyota Etios Valco, kemudian kabur dari kawasan tersebut. Mereka tak langsung membuang mayat itu di Romokalisari.

Mereka singgah dulu di kawasan Manukan. Mereka kemudian meminjam sepeda motor kepada salah seorang pengunjung warung. Sekitar pukul 02.00, dengan naik sepeda motor, mereka membawa jenazah Ester.

Ijang mengemudi, sementara jenazah Ester dalam tong plastik ditempatkan di tengah dengan dipegangi Mat yang duduk di belakang. Lalu, Kamis pagi (17/1) jenazah Ester ditemukan oleh seorang pemulung.

Polisi langsung melakukan penyelidikan. Kecurigaan langsung mengarah ke dua orang tersebut. "Kami memeriksa Sukron, tangan kanan Ester yang merekrut Ijang dan Mat. Keduanya menghilang," terang Rudi.

Setelah memburu beberapa jam, polisi berhasil menangkap mereka di Pelabuhan Gresik. Saat melihat polisi, keduanya berusaha kabur.

Namun, dor... Pistol polisi menyalak. Keduanya roboh setelah betis mereka tertembus timah panas petugas. Begitu ditangkap, mereka mengakui semua perbuatannya. Kronologi pembunuhan itu menjadi jelas.

Mulai keberadaan mobil Toyota Etios Valco, ponsel yang dicuri pada Jumat dan malam pembunuhan, hingga keberadaan motor Revo.

Mobil dan sepeda motor itu ditinggalkan begitu saja di Manukan, Tandes.

Di dalam mobil, ada selembar potongan seprai dan sarung bantal hotel plus dua gembok kunci rumah. Sedangkan kunci mobil dibuang kedua tersangka di Pelabuhan Gresik. (bin/omy/c11/ano/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Yudi Ungkap Kisah Percintaan Pembunuh Sekeluarga di Bengkulu


Redaktur & Reporter : Natalia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler