Inilah Kronologis Penyerangan Terhadap Hermansyah

Kamis, 13 Juli 2017 – 18:30 WIB
Dua pelaku penganiaya dan pengeroyok Hermansyah, Edwin Hitipieuw (kiri) dan Lauren Paliyama (kanan) memberikan keterangannya dalam konferensi pers di Mapolda Metro Jaya, Kamis (13/7). Foto: Fathan Sinaga/jpnn

jpnn.com, JAKARTA - Empat pelaku pengeroyokan ahli IT alumnus Institut Teknologi Bandung (ITB) Hermansyah dihadirkan dalam konferensi pers di Mapolda Metro Jaya.

Keempat pelaku adalah Edwin Hitipeuw (37), Lauren Paliyama (31), Erick Birahy (20), dan Richard Patipelu (21).

BACA JUGA: Polisi Pastikan Kasus Penyerangan Hermansyah Bukan Rekayasa

Mereka membeberkan bahwa aksi pengeroyokan itu diawali dari kendaraan yang dikemudikan Edwin dengan penumpang Lauren. Edwin saat itu tengah mabuk sehingga mengendarai mobil dengan zig zag.

"Kami sebelumnya memang baru pulang karaoke. Di KM 6, saya melambung dari kanan, terjadi serempetan, kena bemper belakang saya," kata Edwin di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Kamis (13/7).

BACA JUGA: Oh, Ternyata Ini Toh Alasan Kapolda Metro Jamu Penyerang Hermansyah di Ruangan

Usai baku senggol tersebut, Edwin menancap gas mobilnya. Namun, dia melihat mobil Avanza putih korban mengikutinya. "Dia lalu berhentikan mobil saya," tambah dia.

Kedua pihak lantas cekcok mulut dan Edwin melayangkan pukulan kepada korban. Saat itu, mobil kedua yang merupakan rekan Edwin datang.

BACA JUGA: Istri Ahli IT Alumnus ITB Itu Juga Sempat Dibogem dan Dijambak Pelaku

"Karena adik-adik saya ini lihat saya dicegat, mungkin mereka turun lalu hampiri korban," imbuhnya.

Adapun mobil yang dikendarainya itu, kata Edwin, mobil Toyota Yaris. Sedang rekannya itu mengendarai mobil Honda City yang merupakan mobil hasil sitaan sebagai debt collector.

Sementara itu, penusuk Hermansyah, Lauren menerangkan, aksi pengeroyokan dan penusukan yang dilakukan mereka merupakan aksi spontan belaka. Apalagi, saat itu emosinya tak stabil karena dalam pengaruh alkohol.

"Saya dalam kondisi mabuk sehingga melakukan perbuatan spontan. Sebelumnya belum pernah (bantai orang), tapi kalau pukul-pukul pernah," kata Lauren.

Lauren mengaku sering membawa senjata tajam dalam berpergian. Hal ini, kata pria berdarah Ambon itu, untuk berjaga-jaga.

Lauren juga mengaku bahwa pisau yang digunakan membantai korban memiliki panjang 20 cm. Menurutnya, usia menusuki korban, pisau itu dibuang di Rest Area Cibubur, Jakarta Timur.

"Saya minta maaf pada korban dan keluarganya. Ini perbuatan spontan, bukan karena rekayasa atau ada yang menyuruh," jelasnya. (Mg4/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Kasus Hermansyah, Satu Perempuan Diburu Polisi


Redaktur & Reporter : Fathan Sinaga

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler