Inilah Para Pemenang Rida Award 2014

Jumat, 10 Oktober 2014 – 08:14 WIB

jpnn.com - MEDAN - Harian Padang Ekspres (Padek) berhasil mencatatkan hasil terbaik dalam ajang Rida Award 2014. Media ber-tagline "Koran Nasional dari Sumbar" itu berhasil menjadi yang terbaik dalam kategori Perwajahan Koran Umum.

Dalam puncak malam anugerah Rida Award 2014 yang berlangsung di Hotel Madani Medan, Sumut, tadi malam (9/10), perwajahan koran Padek edisi 1 Februari 2014 yang mengusung judul berita utama "7 Penumpang Tewas Terpanggang"  itu, berhasil menyisihkan lima media lain di lingkungan Riau Pos Group (RPG). Atas keberhasilan itu, Padek berhak menerima piagam dan uang pembinaan Rp 10 juta.

BACA JUGA: Politisi PD Yakin tak Ada Ruang untuk Jegal Jokowi

Ketua Dewan Juri yang juga Chairman RPG Rida K Liamsi menyerahkan penghargaan itu kepada Pemimpin Redaksi Padek, Nashrian Bahzein. Sebetulnya Padek juga masuk nominator dalam kategori Karya Tulis Jurnalistik Jenis Indepth Investigasi atas nama Fajar Rillah Vesky, namun kategori ini berhasil dimenangkan R Yusuf Hidayat dari Majalah Batampos.co.id.

Selain dua kategori itu, Abdul Rasyid Daulay wartawan Tanjungpinang Pos berhasil menjadi yang terbaik dalam kategori Karya Tulis Jurnalistik Jenis Feature. Selanjutnya, Defizal wartawan Riau Pos memenangkan kategori Karya Foto Jurnalistik. Terakhir, Metro Siantar berhasil menjadi yang terbaik dalam kategori Perwajahan Koran Metro.

BACA JUGA: Seluruh Kursi Ketua Komisi Bakal Diduduki Politisi KMP

Pada iven Rida Award 2014 ini, panitia menyeleksi sebanyak 215 karya yang masuk, terdiri 90 seri tulisan dari 45 karya tulis jurnalistik, 45 karya foto jurnalistik, serta 80 perwajahan koran dari empat divre RPG, yakni Divre Pekanbaru, Divre Padang, Divre Batam, dan Divre Medan.

Semua hasil karya jurnalistik dan perwajahan koran tersebut adalah karya yang dimuat atau terbit pada media di lingkungan RPG, dalam kurun waktu setahun sejak Juni 2013.

BACA JUGA: Hadapi Situasi Politik, Jokowi Harus Pintar, Kuat, dan Berani

Semua karya jurnalistik ini, sebelumnya melewati saringan secara berjenjang. Mulai seleksi oleh pemimpin redaksi masing-masing media, serta dewan juri yang melakukan seleksi secara bertahap. Mulai penetapan karya pilihan, kemudian disaring lagi menjadi 20 karya terpilih hingga mendapatkan para nominator.

Selain Rida K Liamsi, tim juri lainnya adalah Armawi KH (seniman/perupa yang  kenyang pengalaman di bidang foto dan perwajahan koran di RPG), serta dua wartawan senior yang pernah menjabat sebagai pemimpin redaksi pada beberapa media di RPG yakni Kazzaini Ks dan Amzar.

Dalam seleksi kali ini, tim juri memberi catatan pada karya tulis jurnalistik yang menginginkan adanya kemampuan lebih dari semua jurnalis RPG untuk menggali lebih dalam serta tajam, terus menggali hal-hal baru dengan tidak terjebak ke isu-isu lama.

"Beberapa hal yang menjadi inti penilaian di antaranya, kedalaman tulisan, pengemasan tulisan, dan betul-betul mampu menarik pembaca. Kita (dewan juri) cukup kesulitan dalam penilaian apalagi menentukan siapa pemenangnya," ungkap Amzar salah seorang dewan juri dalam ajang tahunan di lingkungan Riau Pos Group ini.

Hal senada diungkapkan Chairman RPG Rida K Liamsi. Dia melihat karya tahun ini sangat bagus semua, sehingga sangat sulit bagi dewan juri dalam menentukan siapa pemenang di tiap kategori.

"Foto-foto juga bagus semua. Tampak sangat serius dalam mengambil momen di sudut-sudut yang sangat sulit. Begitu juga dengan karya tulisan indepth investigasi, meskipun tidak panjang namun lebih dalam. Khusus kategori perwajahan, faktor grafis termasuk di dalamnya, sehingga Padang Ekspres kami rasa mampu menuangkan itu dalam bentuk grafis dan memudahkan pembaca melihat kronologi peristiwa," sebutnya.

Rida juga membagikan Rida Award kategori khusus guna menghargai wartawan dan fotograper yang berhasil menjadi pemenang dalam ajang perlombaan di sejumlah tempat.

CEO Riau Pos Group Makmur Kasim mengatakan, acara ini penting bagi media di jajaran RPG dan dunia jurnalistik pada umumnya.

"Dengan kegiatan seperti Rida Award ini, kita dapat evaluasi baik itu karya tulis, karya foto, perwajahan yang kita hasilkan dan produksi, apakah sudah sesuai dengan keinginan pasar. Tentunya, harapan kita apakah karya kita bisa sesuai keinginan pasar dan menambah jumlah pembaca kita," ungkapnya. Dia mengusulkan, ke depan perlu ditambah kategori lain, karena masih banyak karya jurnalistik baru lebih modern. (rpg/ril)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Ketum Kadin Anggap Polarisasi Politik Sudah Membahayakan


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler