Inilah Penilaian Mantan Kapolri Era Gusdur Tentang Tito Karnavian

Selasa, 28 Juni 2016 – 21:50 WIB
Komjen Pol Tito Karnavian. Foto: Dokumen JPNN

jpnn.com - JAKARTA - Mantan Kapolri Jenderal (Purn) Chaeruddin Ismail percaya, Tito Karnavian merupakan generasi polisi yang cerdas. Karena itu diyakini mampu membawa kepolisian benar-benar menjadi pemelihara nilai-nilai sipil. 

"Tapi masyarakat juga perlu diingatkan, kondisi polisi yang dibenci namun dirindukan, tidak mungkin (Tito,red) membuat semua orang puas," ujar Chaeruddin di sela-sela buka bersama Satuan Pelajar Mahasiswa (Sapma) Hanura, Selasa (28/6).

BACA JUGA: Please, Jangan Berantas Teroris dengan Pendekatan Perang

Menurut Kapolri di zaman Pemerintahan Abdurrahman Wahid ini, janji Komjen Pol Tito Karnavian melakukan konsolidasi di internal kepolisian juga sangat baik. Chaeruddin berpendapat demikian, sebab sebuah organisasi sebesar Polri, sangat penting memperbaiki internal terlebih dahulu. Dengan demikian bisa menghadapi banyak hal sebagaimana harapan masyarakat. 

"Polisi sekarang juga punya beban tambahan. Reformasi sudah belasan tahun, namun kita bicara hukum seolah-olah hukum itu undang-undang saja. Padahal hukum itu banyak kaitannya, termasuk etika. Kalau etika tak jalan, beratlah hukum itu. Apalagi polisi yang jadi bamper," ujarnya. 

BACA JUGA: Tolak Sanksi Kebiri, LPA Indonesia: Hukum Mati Pemerkosa

Karena itu untuk membantu tugas kepolisian, Chaeruddin berharap segenap lapisan masyarakat kembali mengutamakan etika dalam kehidupan sehari-hari.

"Sekarang orang ribut soal narkoba, pelecehan seksual, itu karena etika yang tak bagus. Jadi setiap orang/kelompok harus memiliki azas kepatutan. Etika tak usah ditulis, kalau ditulis sama saja dengan undang-undang. Ukuran kepatutan itu masing-masing menjaga diri," ujarnya. 

BACA JUGA: Mantan Panglima TNI Minta Jokowi-JK Belajar dari Penjual Karcis

Chaeruddin menilai, dengan mengedepankan etika, maka tidak semua persoalan nantinya dibawa ke ranah hukum pidana. Dengan demikian penjara tidak penuh dengan warga binaan. Karena pada hakikatnya, sejumlah kalangan juga menilai penjara tidak lantas membuat orang menjadi jera dari perbuatan yang tak terpuji.(gir/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Para Advokat Dukung Bareskrim Bongkar Jaringan Vaksin Palsu


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler