Inilah Penyebab Kebakaran yang Menewaskan Prajurit Terbaik Itu

Minggu, 22 Mei 2016 – 03:40 WIB
Kebakaran hebat menghangsukan belasan rumah kayu di Desa Sri Tanjung, Tarempa, Anambas, Jumat (20/5). foto:syahid/batampos/jpg

jpnn.com - BATAM - Kebakaran di Desa Sri Tanjung Tarempa, Kabupaten Anambas, Kepulauan Riau, Jumat (20/5) dini hari diduga dari konsleting listrik. “Ini gara-gara listrik sering padam, masak dalam satu malam tiga kali padam,” ujar seorang warga.

Seorang prajurit terbaik TNI AL dari Benteng Wira Samura Anambas meninggal dunia saat menyelamatkan korban dalam peristiwa tersebut.

BACA JUGA: TNI AL yang Tewas Itu Kesehariannya Ternyata…

Buyung, seorang warga desa tersebut mengatakan api bersumber dari rumah Baharudin, seorang pensiunan PNS Pemkab Anambas. “Api berasal dari rumahnya kemudian menjalar kerumah warga lainnya,” ungkapnya seperti dikutip dari batampos (Jawa Pos Group).

Sementara itu, Baharuddin sendiri hingga kemarin masih dirawat di Puskesmas Tarempa karena mengalami luka bakar cukup parah di kedua tangan dan kepalanya. Dia terbakar karena menyelamatkan istrinya, Weni, dan kedua anaknya yang masih balita.

BACA JUGA: Heroik! TNI AL Tewas saat Selamatkan Bayi Tetangga dalam Kebakaran

Dia membenarkan, sebelum kebakaran terjadi, listrik di rumahnya padam sekitar pukul 22.00 WIB. Sehingga dia mencabut semua sambungan listrik.

“Rasanya saya mimpi tangan saya terbakar, tapi setelah bangun ternyata ada kebakaran sungguhan,” katanya.

BACA JUGA: Alhamdulillah, Pilot Project Percetakan Sawah Ini Berbuah Manis

Saat terbangun, api sudah membesar. Bahar dan istrinya panik. Mereka makin ketakutan karena tak bisa keluar rumah lewat pintu. Sebab saat pintu dibuka, api langsung menyambar masuk.

“Makanya saya langsung tutup lagi pintunya,” katanya.

Masih dalam keadaan panik, Bahar beserta istri dan kedua anaknya mencari jalan keluar melalui jendela yang berada di belakang rumah. Namun dirinya kesulitan keluar dari jebakan api karena rumahnya adalah rumah panggung, sementara itu di belakang rumahnya juga tidak ada pelantar kayu yang menghubungkan ke jalan keluar. Yang ada hanya sepotong kayu sebesar lengan orang dewasa.

Melalui kayu itu dirinya menggendong anaknya yang masih berusia tiga tahun. Kemudian istrinya menggendong anaknya yang masih bayi. “Di belakang rumah itu cuma ada satu batang kayu yang menghubungkan ke pelantar beton, kayu itu yang menolong kami,” ungkapnya sambil terengah-engah.

Api cepat membesar dan membakar belasan rumah di kawasan  itu, karena sebagian besar rumah panggung tersebut terbuat dari papan dan kayu.
Meski warga terlihat bahu-membahu memadamkan api dengan peralatan seadanya. Namun upaya tersebut sia-sia.

Tim Pemadam Kebakaran Pemkab Anambas baru tiba di lokasi sekitar pukul 03.00 WIB. Dan api baru benar-benar bisa dijinakkan sekitar pukul 05.00 pagi. Namun saat itu belasan rumah sudah hangus. Belum diketahui pasti penyebab kebakaran itu. Namun dugaan sementara karena arus pendek listrik. (sya/ray/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Minat Mahasiswa Gabung Organisasi Ekstra Kampus jadi Sorotan


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler