Inilah Sosok Marquee Player Pusamania Borneo FC

Senin, 10 April 2017 – 12:07 WIB
Shane Smeltz. Foto: espnfc

jpnn.com, SAMARINDA - Pusamania Borneo FC akhirnya merekrut marquee player Shane Smeltz setelah meluncurkan jersey dan skuat musim ini.

Striker Selandia Baru itu melengkapi stok asing tim beralias Pesut Etam yang lebih dulu diisi Flavio Beck Junior, Helder Lobato, dan Kunihiro Yamashita.

BACA JUGA: Lagi Ujian Sekolah, Dodi Terpaksa Absen Lawan Persipura

Smeltz berhasil menyingkirkan nama Evaeverson Lemos da Silva dan Alessandro Mancini yang sebelumnya diisukan jadi opsi marquee player Borneo FC. Harapan besar pun disematkan pada striker 35 tahun itu.

"Kesepakatan utama yang kami minta ialah Smeltz harus berjuang 100 persen bersama tim di setiap penampilan. Karena disanggupi jadi kami datangkan," ujar Nabil Husein Said Amin, presiden Borneo FC kepada Kaltim Post (Jawa Pos Group) hari ini.

BACA JUGA: H-5 Jelang Liga 1, Klub Masih Banyak Berburu Pemain

Terkait nilai kontrak, Nabil enggan membeber. Dia hanya memastikan sang pemain dibanderol miliaran rupiah. "Kami tidak bisa menjelaskan nilai kontrak setiap pemain. Itu rahasia internal tim," paparnya.

Pesut Etam sebelum berniat mendatangkan marquee player sebenarnya ingin memprioritaskan keperluan klub lain. Salah satunya seperti pembangunan fasilitas latihan klub dan fokus pembinaan pemain usia dini. Namun, karena dirasa perlu dan mampu secara finansial, Smeltz didatangkan.

BACA JUGA: Persija Incar Marquee Player Berusia di Bawah 30 Tahun

"Ya, kami pikir semua itu bisa berjalan beriringan. Jadi tidak masalah," imbuhnya.

Sebagai marquee player, kemampuan Smeltz tampaknya tak perlu diragukan. Menukil sejarah tujuh tahun silam, dia pernah membobol gawang Italia pada perhelatan Piala Dunia 2010 Afrika Selatan.

Meski punya segudang pengalaman, Smeltz tetap harus bersaing dengan skuat saat ini. Termasuk dengan tiga striker lokal seperti Lerby Eliandry, Patrich Wanggai, dan Febri Setiadi. Hal tersebut secara gamblang disebutkan pelatih Dragan Djukanovic.

Juru taktik 51 tahun itu dikenal fair dalam menurunkan skuad inti. Dia pun tak mengenal istilah pemain bintang sehingga enggan mengistimewakan satu atau dua pemain di dalam tim.

"Semua pemain sama saja. Yang membedakan adalah kerja keras mereka. Saya senang pemain yang punya semangat lebih di tim ditunjang kemampuan masing-masing," jelas Dragan.

Selain senang pemain pekerja keras, Dragan menyenangi pemain muda. Terlihat dari musim lalu, Terens Puhiri salah satu pemain paling sering starter. Bahkan dari polesannya, striker lokal Lerby masuk skuad timnas Piala AFF 2016.

Musim ini, Dragan punya pemain dengan kualitas lebih. Pemain inti musim lalu pun masih bertahan. Dia optimistis capaian di kompetisi tahun ini bisa lebih baik. "Saya bermimpi membawa tim ini menjadi juara. Manajemen juga ingin dapat tempat di AFC Cup. Kami harus bisa mewujudkannya," tutur Dragan.

?Tidak perlu menunggu waktu lama, Smeltz disebutkan Nabil bakal tiba di Samarinda hari ini (10/4). Pemain Timnas Selandia Baru itu belum dipastikan apakah langsung berlatih bersama tim. Pasalnya, perjalanan jauh harus ditempuh eks Perth Glory itu sebelum ke Kota Tepian. (*/abi/bby)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Persib akan Diwakili Essien di Launching Liga 1, MU?


Redaktur & Reporter : Budi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler