Inovasi Motor BBG Karya Siswa SMK

Kamis, 01 November 2012 – 10:55 WIB
KRAMAT - Maraknya kasus tawuran pelajar diberbagai daerah, ternyata dapat diantisipasi dengan mudah oleh dewan guru SMK Muhamadiyah Kramat. Ya, dewan guru setempat telah memberikan inovasi dan kreativitas dengan menciptakan motor berbahan bakar gas (BBG).

Kepala SMK Muhammadiyah Kramat, Abdul Wahid SKom mengatakan, sepeda motor berbahan gas tersebut merupakan hasil penelitiannya dengan dua siswa jurusan Teknik Kendaraan Ringan (TKR) yaitu M Rijalul Firdaus dan Ade Prasetya. Penelitian tersebut, berawal sejak satu bulan silam seusai dirinya dilantik menjadi pimpinan sekolah yang berlokasi di Jalan Garuda Kemantran itu.

Dirinya tak menampik, meski terkesan sederhana, namun kendaraan berbahan bakar gas itu, dapat menempuh jarak hingga 170 kilometer. Hal ini terbukti, ketika melakukan uji coba dengan rute Tegal-Semarang. Menurutnya, bahan bakar gas itu, lebih irit dua kali lipat jika dibandingkan dengan bensin.

"Kami menargetkan, dengan gas 3 kilogram ini, bisa menempuh jarak 240 kilometer," cetusnya, Rabu (31/10).

Dia menerangkan, untuk mewujudkan motor ber-BBG, pihaknya membutuhkan sejumlah komponen. Antara lain, vacuum valve dan regulator high pressure serta low pressure (converter kit). Komponen tersebut, direncanakan akan dipatenkan menjadi milik sekolah. Pihak sekolah juga memastikan sepeda motor hasil kreativitas mereka cukup aman digunakan.

Perwakilan Majelis Dikdasmen Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kramat, Radin menjelaskan, dengan hasil inovasi tersebut, diharapkan ada pihak lain, seperti pemerintah maupun swasta yang bersedia membantu pengembangan motor berbahan bakar gas tersebut. "Inovasi ini harus dikembangkan," tegasnya.

Tak heran, dengan adanya inovasi yang dilakukan para pelajar ini, ternyata mendapatkan apresiasi dari warga setempat. Tidak sedikit warga di sekitar sekolah yang sudah mulai melirik inovasi tersebut. Alasannya, BBM dengan menggunakan bahan bakar dari gas adalah solusi atasi kenaikan bensin dikemudian hari.

Salah satu siswa peniliti motor BBG, M Rijalul Firdaus, siswa kelas 3 jurusan Teknik Kendaraan Ringan (TKR) mengatakan, kalau modifikasi yang ia ciptakan bersama rekannya Ade Prasetyo serta bimbingan kepala SMK Abdul Wahid ini, semata-mata sebagai upaya untuk mensiasati mahalnya bahan bakar minyak seperti bensin.

Untuk bisa beralih dari bensin ke gas hanya butuh biaya tidak kurang dari Rp 400.000. Harga itu merupakan harga untuk converter kit dari bensin ke gas yang mereka ciptakan."Kreatifitas ini untuk mengantisipasi melambungnya harga bensin," ucapnya.

Tidak hanya itu saja, manfaat menggunakan bahan bakar gas, selain ramah lingkungan, sepeda motor jenis apa saja kalau sudah menggunakan BBG akan lebih irit. "Kalau motornya masih baru, itu akan lebih bagus lagi," pungkasnya. (yer)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Guru Nakal Tidak Bisa Langsung Dipolisikan

Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler