Inpres Belum Keluar, Kinerja Inapgoc Terganggu

Kamis, 22 Juni 2017 – 01:17 WIB
Raja Sapta Oktohari. Foto: Istimewa for JPNN

jpnn.com, JAKARTA - Panitia Penyelenggara Asian Paragames 2018 (Inapgoc) terkendala belum keluarnya Instruksi Presiden (Inpres).

Padahal, Inpres tersebut dibutuhkan sebagai payung hukum bagi Inapgoc dalam mempersiapkan berbagai hal.

BACA JUGA: Kucuran Dana Pemerintah Lamban, Okto Anggap Tantangan

Masalah Inpres ini patut mendapat perhatian. Apalagi, waktu yang dimiliki Inapgoc untuk mempersiapkan multievent tersebut tinggal sedikit.

Asian Paragames 2018 yang mempertandingkan 17 cabang olahraga akan digelar pada Oktober mendatang.

BACA JUGA: Sesmenpora Ingin Persiapan Asian Paragames 2018 Berjalan Cepat

"Inpres untuk Inapgoc sangat penting dalam mempersiapkan Asian Paragames 2018. Saat ini, kami lagi usulkan," kata Presiden Inapgoc Raja Sapta Oktohari.

Selain masalah Inpres, Inapgoc juga terkendala belum adanya kantor.

BACA JUGA: Aher dan Alex Noerdin Sabet Penghargaan Gubernur Peduli Olahraga

"Sampai saat ini kami belum ada kantor yang bisa menunjang kinerja seluruh personil Inapgoc. Ini yang akan dikejar dulu karena susah kerja kalau masih sporadis," imbuhnya.

Meski ada kendala, Okto berharap 
tidak menjadi hambatan dalam mempersiapkan Asian Paragames 2018.

"Bagaimanapun juga acaranya kan tidak bisa ditunda lagi. Makanya, kendala itu jangan jadi hambatan," katanya.

Guna mengatasi kendala-kendala tersebut, Okto secara intens terus mengingatkan pihak-pihak terkait.

"Saya sering membicarakannya saat bertemu beberapa menteri terkait dalam acara buka puasa bersama. Karena kalau mengikuti formalitas maka administrasinya bakal panjang," tuturnya.

Menurut Okto, sejauh ini progres yang dicapai Inapgoc cukup positif.

Apalagi, komunikasi kepada seluruh stake holder terus dijalin tentang pentingnya Inapgoc dan pelaksanaan Asian Paragames 2018.

"Alhamdullilah responsnya cukup positif dari semua stake holder
Sekarang semua sedang berjibaku mempersiapkan semua kebutuhan Asian Paragames," jelas Okto.

Progres positif juga terjadi dalam hal anggaran. Berkat komunikasi yang baik dengan seluruh stake holder terutama dengan Kemenpora, Kementerian Keuangan dan DPR RI, Inapgoc mendapat tambahan anggaran untuk 2017. Dari semula Rp 20 miliar menjadi Rp 86 miliar.

Selain itu, dipastikan pada 2018 INAPGOC kembali akan mendapat kucuran dana sebesar Rp 800 miliar lebih.
"Dana dari pemerintah itu tentu masih kurang. Kami akan harus berkomunikasi lagi. Harus kasak-kusuk lagi cari anggaran," ujarnya. (jos/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Cino Berpeluang Hadapi Juara Dunia WBA


Redaktur & Reporter : Ragil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler