Inter Tersingkir dari Liga Champion

Rabu, 14 Maret 2012 – 09:21 WIB

JAKARTA—Mimpi Inter Milan untuk merebut kembali trofi Liga Champion tahun ini harus terhenti di kandang sendiri, Rabu (14/4) dinihari tadi (Selasa petang waktu Milan). Meski berhasil mengalahkan Marseille dengan skor 2:1, anak asuh Claudio Ranieri kalah agregat setelah pada pertandingan sebelumnya kalah 1:0  (Agregate 2:2) di kandang Marseille. Dengan kegagalan ini peluang puasa gelar Inter tahun ini semakin terbuka setelah di liga domestik Inter terseok-seok di papan tengah klasmen.

Pertandingan yang dipimpin wasit Pedro Garcia Proenca ini berlangsung keras dalam tempo yang tinggi.  Pada menit-menit awal justru Marseille yang lebih mengambil inisiatif serangan. Beberapa kali pemain-pemain Inter justru melakukan sejumlah kesalahan yang dimanfaatkan oleh anak asuh Didier Deschamps.

Baru pada menit ke tujuh, Inter mulai menemukan ritme permainan. Sejumlah peluang tercipta. Seperti sepakan sepakan Sneijder yang menerima bola matang dari Zanetti, namun peluang itu berhasil digagalkan kiper Mandnada.

Bahkan umpan cepat Zanetti yang menyisir sisi kanan lapangan masih belum menemukan sasaran karena berhasil ditepis barisan pertahanan Marseille. Demikian halnyadengan peluang Diego Milito yang  lolos dari jebakan offiside juga belum membuahkan hasil, Mandanda berhasil menepis tendangan striker Argentina ini.

Tim tamu sendiri bukannya tampa peluang. Sejumlah kesempatan berhasil tercipta, namun kokohnya pertahanan Inter yang dikawal Walter Samuel dan kawan-kawan masih terlalu tangguh. Alhasil jual beli serangan tak terhindakan dalam tempo permainan yang tinggi dan cenderung keras. Menit ke 24 wasit mengeluarkan kartu kuning pertama untuk Zanetti yang melanggar Remy. Namun demikian hingga turun minum skor kacamata masih tak berubah.

Memasuki babak kedua, Marseille mengambil inisiatif serangan. Namun serangan balik yang digalang Zanetti dan rekan selalu berhasil mematahkan serangan.

Melihat permainan belum membuahkan hasil menit ke 58 platih Claudio Ranieri melakukan dua pergantian sekaligus. Striker gaek Diego Forlan diganti Giampaolo Pazzini. Sementara playmeker Belanda Wesley Sneijder digantikan Obi. Masuknya dua tenaga baru ini mampu membuat serangan Inter lebih padu.

Buktinya menit 74 Milito, berhasil membuat sekitar 50 ribu pendukung tuan rumah bersorak. Sebuah sepakan pendek di mulut gawang berbuah gol. Milito berhasil mengoptimalkan kemelut di muka gawang Marseille selepas tendangan penjuru yang dilepaskan Esteban Cambiaso.

Namun demikian disaat pertandingan akan berakhir imbang mimpi buruk bagi tuan rumah itu tiba pada menit 91. Berawal dari serangan balik yang cepat, pemain pengganti Brandao membuat publik tuan rumah terdiam. Memanfaatkan umpan loop dari lapangan tengah pemain pengganti yang masuk pada babak kedua ini memaksa Julio Cesar memungut bola dari gawang sendiri. Skor berubah menjadi 1:1.

Berupaya mempertahankan posisi selepas gol ini Marseille bermain bertahan. Namun sial, upaya kiper Mandanda menghentikan laju Pazzini berbuah pinalti. Mandanda diusir keluar lapangan setelah menerima kartu kuning kedua. Pazzini yang menjadi algojo sukses mengeksekusi pinalti. 2: 1 untuk keunggulan Inter. Namun gol terakhir ini tetap tak mampu menolong Inter dari kekalahan karena agregate pertandingan menjadi (2:2).(zul/jpnn)
BACA ARTIKEL LAINNYA... PSSI Kumpulkan 12 Klub ISL


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler