Investasi SoftBank ke GRAB Dikhawatirkan Muncul Iklim Bisnis Tak Sehat

Kamis, 11 April 2019 – 19:00 WIB
Investasi. Foto: pixabay

jpnn.com, JAKARTA - Pengamat Ekonomi Yanuar Rizky menilai masuknya investasi baru SoftBank sebesar USD 1,4 miliar pada putaran pendanaan seri H Grab Inc sebagai aksi konglomerasi dengan tujuan menciptakan monopoli di industri ojek online Asia Tenggara, termasuk Indonesia.

Yanuar menjelaskan, monopoli dimungkinkan dengan menerapkan tarif serendah-rendahnya bagi konsumen atau predatory pricing sehingga merugikan pesaing hingga akhirnya mati.

BACA JUGA: Pasar Apartemen Masih Menjanjikan

“Itu arah konglomerasi bagaimana menguasai pasar dengan bakar duit mencapai harga serendah-rendahnya. Di satu sisi menguntungkan konsumen tapi di sisi lain ketika tidak ada saingan bisa seenaknya menentukan harga,” ujarnya di Jakarta.

Menurut Rizky, predatory pricing atau aksi bakar duit yang berpotensi dilakukan Grab memiliki tujuan untuk menguasai pasar dengan cara memonopoli sistem.

BACA JUGA: Gaet Investor Asing, Pemerintah Harus Turunkan Tarif PPh Badan

“Di situlah yang terakhir, kalau lawannya belum menyerah bakar duit tidak akan ada selesainya,” tegasnya.

Sebelumnya, perusahaan raksasa keuangan Asia, Softbank dikabarkan akan kembali menyuntik investasi ke aplikator transportasi online, Grab.

BACA JUGA: Respons JK Soal Keluhan Pengusaha Galangan Kapal terkait BMAD

Hal ini direspresentasikan melalui pernyataan resmi CEO Grab Inc, Anthony Tan yang mengatakan bahwa SoftBank akan kembali menanamkan investasinya dalam jumlah yang besar dalam waktu dekat.

"Pekan lalu saya bertemu Masayoshi San (CEO SoftBank) dan dia menyatakan akan memberi dukungan dalam jumlah yang tanpa batas untuk memperkuat perkembangan perusahaan Kami," ujar Tan seperti dikutip dari keterangan resminya.

Diketahui dari putaran pendanaan seri H dengan target investasi mencapai USD 6,5 miliar, manajemen Grab Inc telah memperoleh suntikan dana berkisar USD 4,5 miliar atau sekitar Rp63 triliun.

Dari pendanaan senilai USD 4,5 miliar tersebut, Softbank sendiri diketahui menanamkan investasi hingga USD1,4 miliar atau sekitar Rp19,6 T.

Menyusul perolehan dana seri H, Tan mengatakan bahwa SoftBank akan kembali menyuntik dana dengan nilai US$2 miliar untuk memenuhi target manajemen di angka US$6,5 miliar hingga akhir tahun.

Sementara itu, GRAB kembali menjadi sorotan setelah membeli 2,75 persen saham Uber Technologies di Asia Tenggara beberapa waktu lalu.

Banyak keluhan setelah ojek berbasis aplikasi asal Singapura itu tiba-tiba menaikkan tarif penumpang sejumlah kawasan Asia Tenggara.

Kenaikan tarif penumpang tersebut kemudian dituding sebagai langkah monopoli yang dilakukan oleh Grab. (flo/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Harmonisasi Regulasi Tingkatkan Investasi


Redaktur & Reporter : Natalia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler