Investor Swasta Masih Wait And See

Selasa, 10 Mei 2016 – 01:49 WIB
BI. Foto: JPNN

jpnn.com - JAKARTA- Ekonomi domestik tumbuh 4,92 persen sepanjang kuartal pertama. Kondisi itu merefleksikan bahwa pertumbuhan ekonomi lebih buruk dari kuartal sebelumnya di kisaran 5,04 persen. Pemicunya, pertumbuhan konsumsi pemerintah dan investasi relatif terbatas.

Direktur Eksekutif Bank Indonesia (BI) Tirta Segara mengatakan, pelemahan konsumsi pemerintah dipengaruhi pola musiman belanja pemerintah pada awal tahun relatif terbatas.

BACA JUGA: Jasa Marga Terapkan Sistem Dua Cluster

Sedangkan perilaku investor swasta cenderung menunggu (wait and see). Itu kemudian berdampak pada pelemahan aktivitas investasi. ”Kendati begitu, dibanding periode sama 2015, pertumbuhan itu masih lebih bagus,” ujar Tirta di Jakarta belum lama ini.

Konsumsi rumah tangga (RT), sambung Tirta, masih tumbuh kuat. Hal itu didukung perkembangan harga cukup terjaga. Dari sisi eksternal, sejalan dengan kinerja ekspor sejumlah komoditas mulai menunjukkan perbaikan. ”Ini menjadi petanda baik untuk ke depan,” bebernya.

BACA JUGA: Dua Varian Brio Ditarget Kalahkan Honda HR-V

Di samping itu, kinerja ekspor saat ini terus mengalami perbaikan meski terkendala adanya fase kontraksi. Performa ekspor secara keseluruhan mengalami perbaikan dan tidak problem berarti. Karena itu, pemerintah terus menjaga kondisi tersebut tetap berlanjut dan diharap meningkat. (far/jos/jpnn)

 

BACA JUGA: Asuransi Jasindo Syariah Target Premi Naik 50 Persen

BACA ARTIKEL LAINNYA... Peternakan di Papua Diminati Selandia Baru


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler