Iran Tertawakan Keputusan Amerika Kembali ke Suriah demi Minyak

Kamis, 31 Oktober 2019 – 05:59 WIB
Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif . Foto: AP

jpnn.com - Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif mentertawakan keputusan Amerika Serikat kembali mengirim pasukan ke Suriah demi menjaga ladang minyak. Menurutnya, langkah itu menunjukkan watak asli Paman Sam.

"Sepertinya Amerika Serikat akan tetap melindungi minyak. Dan setidaknya Presiden Trump jujur ??mengatakan apa yang ingin dilakukan Amerika Serikat," kata Zarif dalam perbincangan dengan Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov di Jenewa, Swiss pada Selasa malam (29/10).

BACA JUGA: Iran Jadi Sasaran Puluhan Juta Serangan Siber setiap Tahun

Seperti diketahui, beberapa pekan lalu AS memutuskan menarik pasukannya dari Suriah, meski milisi Kurdi yang merupakan sekutu mereka di kawasan tersebut menghadapi ancaman invasi Turki. Namun, belakangan Presiden Donald Trump memerintahkan sebagaian pasukan AS kembali ke Suriah demi menjaga ladang minyak.

Zarif pun menyindir keberadaan pasukan AS di Suriah yang terkesan seperti tamu tidak diundang. "Iran dan Rusia ada di sana atas undangan pemerintah Suriah, dan kami berniat untuk tinggal di sana selama pemerintah Suriah dan rakyat Suriah menginginkan kami berada di sana," tambahnya.

BACA JUGA: Bank-Bank Malaysia Tutup Rekening Milik WN Iran, Perintah Amerika?

Sementara itu Lavrov mengatakan bahwa kembalinya pasukan Amerika Serikat ke Suriah adalah ilegal. "Intinya adalah bahwa setiap eksploitasi ilegal sumber daya alam dari negara berdaulat tanpa persetujuannya adalah ilegal dan itu adalah pandangan kami," ujar dia. (rmol/jpnn)

BACA JUGA: Pernyataan Keras Presiden Iran soal Invasi Turki ke Suriah


Redaktur & Reporter : Adil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler