Irjen Fakhiri Sebut Kelompok Lekagak Telenggen, Egianus Kogoya, dan Serbinus Waker

Rabu, 05 Mei 2021 – 16:49 WIB
Kapolda Papua Irjen Pol Mathius Fakhiri. (ANTARA/Evarukdijati)

jpnn.com, JAYAPURA - Tercatat enam kelompok kriminal bersenjata (KKB) yang saat ini masih mengganggu warga sipil dan aparat keamanan di beberapa wilayah di Papua.

Kapolda Papua Irjen Pol Mathius Fakhiri mengatakan selain enam kelompok tersebut juga ada lainnya, namun sebagian dari mereka sudah kembali ke NKRI dan melakukan kegiatan kemasyarakatan seperti biasa.

BACA JUGA: Saat Kelompok Pertama Membakar Sekolah-Puskesmas, KKB yang Lain Bertugas Merusak Jalan

"Enam kelompok KKB itu di antaranya pimpinan Lekagak Telenggen, Egianus Kogoya, dan Serbinus Waker," kata Fakhiri, Rabu (5/5).

Dia menambahkan, para kepala daerah memiliki peran sangat penting untuk bisa mendekati KKB secara kemanusiaan sebagai perwakilan pemerintah pusat yang dipilih langsung oleh masyarakat.

BACA JUGA: Asmad Sudah Tertangkap, Temannya Siap-siap Saja

"Puji syukur banyak di antara anggota KKB yang sudah kembali dan membaur dengan masyarakat di kampungnya," kata Fakhiri.

Menurut dia, bupati memiliki hubungan emosional lebih dibandingkan dengan aparat keamanan sehingga dapat mendekati kelompok-kelompok tersebut.

"Pemda tetap dikedepankan dalam upaya menarik keluar anggota KKB hingga mereka kembali menyatu dengan masyarakat," ujarnya.

Kapolda Papua mengaku penanganan terhadap KKB belum akan berubah, yakni sebisa mungkin mengedepankan pendekatan kesejahteraan sebelum melakukan penindakan hukum.

Namun bila mereka melakukan tindak kriminal maka akan di tindak tegas tapi terukur agar dampak penindakan itu jangan sampai menimbulkan persoalan baru karena tidak mau penindakan tersebut membuat luka di masyarakat.

"Kami akan berupaya menangkap anggota KKB dalam keadaan hidup, agar dapat menggali informasi terkait jaringan lainnya, namun bila melakukan perlawanan akan ditindak tegas yang terukur," kata Fakhiri. (antara/jpnn)

Video Terpopuler Hari ini:


Redaktur & Reporter : Rah Mahatma Sakti

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler