Irjen Lotharia Bentuk Tim Terpadu Usut Penemuan Jenazah Ibu dan Anak Terkubur di Proyek SPAM  

Jumat, 12 November 2021 – 11:11 WIB
Kapolda NTT Irjen Pol Lotharia Latif. ANTARA/Kornelis Kaha

jpnn.com, KUPANG - Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur (NTT) terus mengusut kasus penemuan jenazah seorang wanita dan bayi yang terkubur dalam lokasi penggalian saluran pipa sistem penyediaan air minum (SPAM) di Kecamatan Alak, Kota Kupang, NTT.  

Kapolda NTT Irjen Lotharia Latif menyatakan bahwa kasus ini menjadi atensinya. 

BACA JUGA: Jenazah Ibu dan Dua Anaknya Ditemukan

Oleh karena itu, Irjen Lotharia menyatakan Polda NTT telah membentuk tim terpadu untuk mengungkap kasus itu. 

"Kasus ini juga menjadi antensi saya, dan saya sudah bentuk Tim Terpadu untuk mengungkap kasus ini," kata Irjen Lotharia Latif kepada wartawan, Jumat (12/11). 

BACA JUGA: Kapolda NTT Irjen Lotharia Latif Pecat 13 Polisi

Dia menegaskan kasus itu harus segera diungkap, baik oleh Polda NTT maupun Polres terkait. 

Jenderal bintang dua itu optimistis kasus tersebut akan terungkap. 

BACA JUGA: Geger Ibu dan Anak Tewas, Ditemukan di Lantai-Dalam Kamar

Menurut Lotharia, bukti-bukti sudah dikumpulkan. 

“Menurut saya, pasti akan terungkap. Yang penting kita (polisi) bisa menyelidikinya sungguh-sungguh dengan metode scientific investigation (investigasi dengan menggunakan ilmu pengetahuan)," ujar Irjen Lotharia Latif.

Kapolsek Alak Komisaris Polisi Tatang Panjaitan mengatakan sampai saat ini pihaknya masih sulit mengungkap identitas jenazah wanita dan bayi yang diduga ibu dan anak yang ditemukan terbungkus plastik tersebut.

Tatang mengaku kondisi tubuh kedua jenazah yang sudah rusak membuat pihak kepolisian sulit mengidentifikasi apalagi mengambil sidik jari  korban.

Tatang menambahkan dalam mengembangkan kasus ini, sekurang-kurangnya empat laporan yang berkaitan dengan orang hilang dan belum kembali ke rumah sudah diterima oleh mereka.

“Namun kami masih cek dan dalami lagi empat informasi orang hilang itu," ujar dia.

Untuk saat ini, ujar Tatang, pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan sampel deoxyribonucleic acid (DNA) dari kedua jenazah tersebut. 

Kasus penemuan jenazah yang diduga ibu dan anak itu terjadi pada Sabtu (30/10) sore.

Dua jasad ditemukan adalah seorang wanita dewasa yang diduga berusia sekitar 20 tahun - 30 tahun, dan bayi laki-laki yang diduga berusia 1 tahun - 3 tahun. 

Kedua jasad itu ditemukan pekerja proyek dalam keadaan terbungkus tas plastik besar di penggalian saluran pipa SPAM Kali Dendeng, di Kelurahan Penkase Oeleta, Kecamatan Alak, Kota Kupang, NTT.  Di tempat kejadian perkara polisi menemukan topi, celana dan buku anak kecil. 

Aparat kepolisian sendiri sudah dua kali melakukan olah tempat kejadian peristiwa (TKP) dan melakukan autopsi kedua jenazah oleh ahli forensik Rumah Sakit Bhayangkara Titus Ully. (antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : Boy

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler