Iseng Bikin Teror, Andromeda Kini Mendekam di Sel Tahanan

Rabu, 23 Mei 2018 – 04:11 WIB
Ilustrasi penjara. Foto: JPNN

jpnn.com, BANDARLAMPUNG - Bintang Andromeda, 25, tersangka kasus teror di Transmart, Selasa lalu (15/5), masih menjalani pemeriksaan intensif.

Hasil pemeriksaan sementara, Bintang mengaku meletakkan kotak berlakban cokelat di pusat perbelanjaan itu karena iseng. Demikian keterangan Kapolda Lampung Irjen Suntana kemain (22/5).

BACA JUGA: Ada Ancaman Teror, GBI di Point Square Disterilisasi

’’Masih kami periksa. Hasil pemeriksaan kami dari awal yang bersangkutan melakukan itu karena iseng,” kata Suntana di mapolda.

Meski iseng, lanjut Suntana, tindakan warga Banyumas, Pringsewu, itu tetap masuk kategori perbuatan tindak pidana. ’’Meskipun dia iseng, tetap kami tindak. Saat ini barang bukti sedang diperiksa di Puslabfor Mabes Polri,” terang mantan Wakapolda Metro Jaya itu.

BACA JUGA: Marak Teror, tak Lantas Rakyat Rindu Sosok Militer

Apakah pria yang akrab disapa Romi itu masuk dalam jaringan teroris? Suntana belum bisa memastikan. Mengingat pemeriksaan masih berjalan.

”Apabila dalam perkembangannya dia masuk jaringan atau tidak tentu, kita tetap bertindak sesuai aturan yang berlaku,” tegasnya.

BACA JUGA: Satpol PP Amankan Pria Jubah Hitam yang Mencurigakan

Terkait penanganan Supriyanto terduga teroris simpatisan ISIS, Suntana mengungkapkan penyidikan dilakukan oleh Densus 88 Mabes Polri.

”Polda Lampung hanya back up. Penyidikan dipegang Densus 88,” sambung Suntana.

Sekadar mengingatkan, Jumat (18/5), tim Densus 88 dan Polda Lampung menggrebek rumah kontrakan milik Supriyanto (39) di Jalan Nasikin Dusun Margorejo II RT 01, Desa Kurungan Nyawa Kecamatan Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran terkait jaringan terorisme.

Di bagian lain, Polda Lampung sendiri terus berupaya memberatas paham radikalisme dan terorisme. Mereka tak bekerja sendiri. Korps Bhayangkara itu menggandeng instansi terkait dan organisasi kemasyarakatan.

”Polisi bersama NU, Muhammadiyah, MUI FKUB, dan instasi lain yang terkait bersama sama melakukan update data dan mapping untuk mencegah terbentuknya paham itu,” urai Suntana. (nca/c1/ewi)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Teror Bom Marak, Elektabilitas Jokowi Bisa Tergerus


Redaktur & Reporter : Budi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler