Teror Bom Marak, Elektabilitas Jokowi Bisa Tergerus

Jumat, 18 Mei 2018 – 13:20 WIB
Presiden Jokowi. Foto: Mohammad Amin/Radar Banjarmasin/dok.JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Pengamat politik Ujang Komarudin mengatakan, aksi teror yang marak akhir-akhir ini sangat mungkin memengaruhi elektabilitas Jokowi menjelang Pilpres 2019.

Ujang mendasari pandangannya pada fakta bahwa di mana-mana di seluruh dunia ini aksi teror mengancam keamanan dan stabilitas politik.

BACA JUGA: Pertama Kali, Koopssusgab Dibekali 12 Helikopter

"Nah, ketika presiden mengaktifkan kembali Komando Operasi Khusus Gabungan TNI (Koopssusgab), itu bisa diartikan sebagai sebuah sinyal negara sedang dalam bahaya, ini tentu memengaruhi konstelasi politik ke depan," ujar Ujang kepada JPNN, Jumat (18/5).

Menurut pengajar di Universitas Al Azhar Indonesia (UAI) ini, kalau teror terus terjadi, intensitasnya semakin sering dan skalanya makin besar, maka dampaknya sangat tidak baik dalam konteks politik.

BACA JUGA: Koopssusgab Tak Perlu Lagi Jika RUU Antiterorisme Disetujui

"Jika ini dibiarkan, mau tak mau menggerus elektabilitas Presiden Jokowi. Apalagi sudah digadang-gadang bakal maju kembali sebagai capres di Pilpres 2019 mendatang," katanya.

Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) ini lebih lanjut mengatakan, kunci utama keberhasilan sebuah rezim biasanya diukur dengan stabilitas politik, keamanan dan ekonomi.

BACA JUGA: Relawan Asian Games 2018 Tidak Takut Teror Bom

"Jika ketiga hal ini tidak mampu dijaga dan dirawat dengan baik, dapat menghancurkan sebuah rezim yang berkuasa," pungkas Ujang.(gir/jpnn)

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... PDIP Setuju Koopssusgab TNI Diaktifkan


Redaktur & Reporter : Ken Girsang

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler