Ishak Mekki Desak Pemerintah Cari Solusi Efektif Mencegah Karhutla

Jumat, 18 Oktober 2019 – 15:48 WIB
Anggota DPR RI asal Dapil Sumatera Selatan (Sumsel) I, Ishak Mekki. Foto: Dokpri

jpnn.com, JAKARTA - Anggota DPR RI asal Dapil Sumatera Selatan (Sumsel) I, Ishak Mekki merasa prihatin atas bencana kabut asap yang disebabkan oleh kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang melanda wilayah Kota Palembang dan sejumlah daerah lainnya di Sumsel.

“Sudah beberapa hari terakhir wilayah Palembang dan sekitarnya mengalami kabut asap pekat yang berakibat minimnya jarak pandang, anak-anak sekolah mulai dari taman kanak-kanak, SD hingga SMP terpaksa diliburkan,” kata Ishak kepada wartawan, Jumat (18/10/2019).

BACA JUGA: Data KLHK Klaim Luas Karhutla 2019 Turun 87,41 Persen Dibanding 2015

Mantan Wakil Gubernur Sumsel ini berjanji akan memperjuangkan sekaligus mendesak pemerintah pusat agar mencari solusi yang efektif dan permanen guna menanggulangi bencana alam yang selalu berulang setiap tahun terutama di musim kemarau ini.

“Kejadian ini kan selalu berulang, kenapa kita seolah tak belajar dari peristiwa yang kerap kali terjadi di setiap musim kemarau datang?,” tanya politikus Partai Demokrat yang juga pernah menjadi Bupati Ogan Komering Ilir (OKI) ini.

BACA JUGA: Anggota DPR RI Periode 2019-2024 Punya Tugas Kembalikan Kepercayaan Rakyat

Menurut Ishak, cara mengatasinya tidak lain adalah terkait masalah biaya atau anggaran. Pemerintah daerah terutama yang daerahnya rawan bencana Karhutla terkendala anggaran yang terbatas. Sementara itu, di pusat seperti di Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Badan SAR Nasional (Basarnas) punya banyak anggaran yang dialokasikan untuk penanggulangan bencana ini.

“Nah, sejatinya dana tersebut di-pool di satu daerah terutama daerah yang rawan Karhutla, sehingga pemerintah pusat tidak selalu direpotkan saat bencana itu terjadi. Karena daerah lebih memahami dan menguasai persoalan ini, baik penyebab maupun cara-cara memadamkannya,” singgungnya.

Ishak mencontohkan pembentukan komunitas Masyarakat Peduli Api (MPA) di daerah-daeah yang rawan Karhutla. Agar komunitas ini berjalan dengan mapan dan profesional, tentu saja harus diberi insentif yang memadai.

“Saya yakin jika komunitas ini dibina dan kesejahteraannya diperhatikan semisal diberi insentif dengan nominal yang memadai setiap bulan tentu saja mereka akan bekerja secara profesional dan maksimal. Sebagai barisan terdepan, mereka akan bertanggung jawab penuh bila terjadi kebakaran. Sebaliknya, jika kondisi lingkungan mereka aman, tidak terjadi kebakaran, kita beri reward agar mereka semangat,” tuturnya.

Masih menurut Ishak, bukan rahasia umum lagi, bahwa salah satu penyebab kebakaran adalah dari masyarakat itu sendiri. Artinya, masyarakat itu sendiri pulalah yang menjaganya.

“Dan, ini harus benar-benar kita perhatikan. Mereka harus diberi edukasi dan pendekatan dengan memperhatikan kearifan lokal masyarkat setempat,” pungkasnya.(fri/jpnn)


Redaktur & Reporter : Friederich

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler