JAKARTA - Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyanggah sejumlah pendapat yang menganggapnya henda menyingkirkan musik dangdut dari pentas kampanye. Istana menilai ada salah persepsi terhadap ucapa SBY mengenai musik dangdut dalam kampanye partai politik.
Presiden saat berpidato di hadapan KNPI, Selasa (15/1), mengatakan bahwa dalam kampanye yang dihadiri massa yang amat besar, pesan yang hendak disampaikan justru sering tidak ditangkap publik. Sebab, massa yang hadir justru sering berteriak-teriak minta air atau ingin diperdengarkan musik dangdut semata.
Namun bukan berarti Presiden SBY mendiskriminasikan musik dangdut. Juru Bicara Kepresidenan Julian Aldrin Pasha mengatakan, SBY tetap menyukai dan mengapresiasi dangdut.
"Hal ini juga tidak berarti Pak SBY pribadi tidak menyukai musik dangdut untuk dinyanyikan pada saat kampanye. Tidak berarti pula dalam kampanye yang terbatas musik dangdut tidak bisa diperdengarkan," papar Julian kepada wartawan, Rabu (16/1).
Menurutnya, apresiasi SBY pada musing dangdut justru sangat besar. Misalnya selama kampanye Pemilu 2009, SBY selalu memperdengarkan lagu-lagu dangdut. Saat itu penyanyi dangdut yang meramaikan kampanyenya adalah Cici Paramida dan Gita KDI.
Bahkan dalam kampanye terbatas yang hanya memperdengarkan tiga lagu, sebut Julian, satu lagu di antaranya adalah lagu dangdut. Bahkan Pada Pilpres 2004, SBY sendiri selalu menyanyi lagu Pelangi Di Matamu karya Jamrud dalam irama dangdut.
"Bahkan, untuk melengkapi apa yang disampaikan ini, salah satu lagu ciptaan Pak SBY, Rinduku Pada-Mu, juga ada yang dibawakan dalam versi Dangdut," sambung Julian seraya berharap para pemusik dan penyanyi dangdut tidak terprovokasi oleh pihak-pihak yang memiliki kepentingan tertentu.(flo/jpnn)
BACA ARTIKEL LAINNYA... KPK Cegah Dua Saksi Korupsi APBD Tomohon
Redaktur : Tim Redaksi