Jabatannya Baru Berakhir 2020, Rizkan Chandra Meninggal Dunia, Sakit Apa?

Minggu, 16 Juli 2017 – 07:49 WIB
Rizkan Chandra (alm). Foto: M.Ali/JPG/dok.JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Direktur Utama PT Semen Indonesia Tbk, Rizkan Chandra, meninggal dunia sore kemarin.

Corporate Secretary Semen Indonesia Agung Wiharto menuturkan, Rizkan wafat sekitar pukul 16.00 WIB karena penyakit yang telah dideritanya sebulan belakangan.

BACA JUGA: Selamat Jalan Sosok Profesional Muda

”Iya betul, meninggal karena sakit. Sudah dirawat intensif sebelumnya,” ujar Agung kepada Jawa Pos kemarin (15/7).

Namun, Agung enggan menjelaskan lebih detail penyakit yang diderita pria kelahiran Jakarta, 27 Januari 1969, tersebut. ”Yang jelas, sudah satu bulan belakangan beliau sakit, itu saja,” imbuhnya.

BACA JUGA: Dirut Semen Indonesia Tutup Usia

Dia menuturkan, jenazah masih berada di RS Siloam Semanggi, Jakarta Pusat, dan akan disemayamkan di rumah duka di Foresta Collinare C1 No 9 Bumi Serpong Damai, Tangerang Selatan.

”Baru dimakamkan besok (hari ini, Red). Jajaran manajemen masih banyak yang di Gresik. Ini juga segera berangkat ke Jakarta,” tuturnya. Kabar duka tersebut membuat seluruh jajaran manajemen terpukul.

BACA JUGA: Keluarga dan Warga Histeris Sambut Jenazah Mahasiswi ITB Ini

Seperti diwartakan, Rizkan menjadi orang nomor satu di emiten dengan kode perdagangan SMGR itu sejak tahun lalu. Jabatannya baru berakhir pada 2020.

Sebelum menjabat Dirut SMGR, Rizkan menghabiskan banyak karirnya di beberapa perusahaan pelat merah.

Dia pernah menduduki kursi direktur Network, IT & Solution PT Telekomunikasi Indonesia Tbk, komisaris PT Telkomsel, dan direktur utama PT Sigma Cipta Caraka.

Dia menempuh pendidikan di Teknik lnformatika ITB dan menempuh S-2 di Management of Technology National University of Singapore.

Di bawah Rizkan, kinerja SMGR sepanjang tahun lalu membukukan laba bersih Rp 4,52 triliun. Laba perseroan tercatat stagnan karena turunnya pendapatan dari Rp 26,948 triliun pada 2015 menjadi Rp 26,134 triliun pada 2016.

Aset perseroan secara keseluruhan naik dari Rp 38,153 triliun menjadi Rp 44,226 triliun sepanjang tahun lalu.

Tahun ini SMGR mengincar laba bersih Rp 4,63 triliun atau meningkat 3 persen bila dibandingkan dengan Rp 4,52 triliun pada 2016.

Manajemen perseroan menyatakan, salah satu tantangan yang dihadapi sepanjang kinerja tahun lalu adalah turunnya harga jual sebagai konsekuensi dari persaingan di industri semen. (dee/c10/oki)

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Braak! Darah Mengucur dari Kepala Riki, Innalillahi


Redaktur & Reporter : Soetomo

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler