Jadi Ketum PA 212, Abdul Qohar Al Qudsi Ternyata Pentolan FPI di Jabar

Selasa, 29 Maret 2022 – 20:00 WIB
Abdul Qohar Al Qudsi (tengah) punya rekam jejak di Front Pembela Islam, sebelum resmi menggantikan Slamet Ma'arif sebagai Ketua Umum PA 212. Foto: Kenny Kurnia Putra/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Abdul Qohar Al Qudsi resmi menggantikan Slamet Ma'arif sebagai Ketua Umum Persaudaraan Alumni (PA) 212.

Lantas, siapa sosok Abdul Qohar Al Qudsi?

BACA JUGA: PA 212 Beri Garis Tegas Buat Penista Agama, Siap-siap Saja

Tak banyak yang diketahui publik terhadap Abdul Qohar Al Qudsi.

Pria yang menggantikan Slamet Ma'arif itu memiliki rekam jejak di Front Pembela Islam (FPI).

BACA JUGA: Jadi Ketum Baru PA 212, Abdul Qohar Al Qudsi Tegaskan Peduli Isu Islamofobia

Dia tercatat sebagai Ketua Tanfidzi DPD Front Pembela Islam (FPI) Jawa Barat, sebelum organisasi yang dipimpin Habib Rizieq Shihab itu dibubarkan pemerintah.

Abdul Qohar juga merupakan pengasuh Pondok Pesantren Manhaj Al-Istiqomah, Yayasan Al-Itihad, Kecamatan Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat.

BACA JUGA: Jelang Pemilu 2024, Ketum PA 212 Abdul Qohar: Sudah Pasti, Tentu

Sebelum menjabat Ketum PA 212, Abdul Qohar sempat menjabat sebagai Ketua PA 212 bidang Keorganisasian hasil Munas PA 212 pada 2020.

Abdul Qohar dikenalkan kepada publik oleh Ketua Umum PA 212 pendahalu, Slamet Maarif di Tebet, Jakarta Selatan pada Selasa (29/3).

Seusai terpilih sebagai Ketum PA 212, Qohar menegaskan organisasinya merupakan perekat umat, masyarakat, serta pembela agama dan negara.

Dia juga menjelaskan PA 212 memiliki beberapa program gerakan, di antaranya gerakan keilmuan, kebangsaan, ekonomi, dan politik.

Abdul Qohar juga menegaskan PA 212 akan berada di garda terdepan sebagai pembela agama dan negara. "Kami tidak akan biarkan siapa pun," kata Qohar.

Dia juga menyebutkan pihaknya akan terus menuntut orang-orang yang menistakan agama untuk ditindak secara hukum.

Namun, Abdul Qohar menyatakan PA 212 tidak mau terjebak dengan satu nama saja.

"Siapa pun, kami tidak akan berhenti. Berjuang itu tidak dilihat dari hasil, tetapi dilihat dari proses. Kalau istikamah itu dianggap keberhasilan, kalau kami berhenti itu kegagalan," pungkasnya. (mcr8/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Habib Rizieq Teken SK Tunjuk Abdul Qohar jadi Ketum PA 212, Ada 2 Agenda Utama


Redaktur : Fathan Sinaga
Reporter : Kenny Kurnia Putra

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler