Jadikan Hari Pahlawan Sebagai Momen Lawan Korupsi

Sabtu, 10 November 2012 – 20:22 WIB
JAKARTA -- Anggota Komisi III DPR, Aboebakar Alhabsy menyatakan Hari Pahlawan harus dimaknai secara kontekstual  sesuai dengan masa dan zamannya. Menurutnya, momen yang tepat saat ini adalah menjadikan Hari Pahlawan sebagai hari perang melawan korupsi.

"Oleh karenanya perjuangan kemerdekaan, Sumpah Pemuda dan lahirnya Budi Utomo merupakan simpul-simpul perjuangan kepahlawanan," katanya, Sabtu (10/11).

Politikus dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu menjelaskan jika pada zaman perjuangan dahulu ada tiga masalah pokok bangsa, yaitu kolonialisme Belanda, disintegrasi nasional dan kebodohan. Namun, saat ini dengan maraknya praktek korupsi di era kemerdekaan maka yang perlu dilawan adalah orang-orang yang menggerogoti keuangan negara.

"Pada persoalan korupsi ada dua ratusan kepala daerah yang terjerat koupsi, belum lagi ribuan kasus serupa yang dilakukan oleh pejabat lain," katanya.

Menurut Aboebakar, yang perlu juga dilawan adalah penjajahan berbentuk hutang luar negeri. Kata dia, hutang luar negeri sama bahayanya dengan penjajahan karena pemilik modal bisa mendikte atau memberikan berbagaai persyaratan tertentu.

Aboebakar menyebutkan Indonesia semakin terlilit dengan hutang luar negeri. Bila Tahun 2006 total utang luar negeri Indonesia sebesar USD 132,63 miliar, pada 2011 membengkak menjadi USD 221,60 miliar.

"Nilai-nilai kepahlawanan saat ini adalah perlawanan terhadap korupsi, kemiskinan dan hutang luar negeri. Para aktivis yang mengupayakan pengurangan atas hutang luar negeri, penanganan kasus korupsi dan pemberantasan kemiskinan adalah pahlawan-pahlawan yang riil pada saat ini," ujarnya. (boy/jpnn)


BACA ARTIKEL LAINNYA... PKS Lulus Verifikasi KIP

Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler