Jafar Hafsah Meluncurkan Buku NKRI Harga Mati, Ketua MPR Berpesan Begini

Rabu, 24 Agustus 2022 – 14:15 WIB
Ketua MPR RI Bambang Soesatyo menghadiri peluncuran buku NKRI Harga Mati karya Prof Jafar Hafsah di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (24/8) Foto: Kenny Kurnia Putra/JPNN.com

jpnn.com - JAKARTA - Ketua MPR RI Bambang Soesatyo mengapresiasi lahirnya buku NKRI Harga Mati karya Prof Jafar Hafsah di tengah situasi minimnya narasi kebangsaan ruang publik. Pria yang akrab disapa Bamsoet itu menyebutkan dalam buku tersebut juga tergambar Indonesia yang luar biasa.

“Betapa luar biasanya Indonesia setelah 77 tahun merdeka, kita masih mampu menjaga kesatuan dan persatuan bangsa," kata Bamsoet dalam sambutannya saat peluncuran buku NKRI Harga Mati di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (24/8).

BACA JUGA: Buku Pelajaran SD China Memuat Konten Seksi dan Rasisme, Parah!

Bamsoet dalam kesempatan itu menyebutkan bahwa Pancasila yang dimilik Indonesia harus bisa menyejahterahkan rakyat.  

Dia menegaskan semua harus mampu mewujudkan Sila Kelima Pancasila, yaitu Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia. 

BACA JUGA: Bamsoet Dukung Pembangunan Menara Syariah di Pantai Indah Kapuk

“Ini pekerjaan rumah yang harus kita jawab bersama dalam rangka mencapai itu," ungkap mantan ketua DPR itu. 

Politikus Partai Golkar itu juga membandingkan Indonesia dengan negara lain yang tidak bisa mempertahankan kesatuannya seperti Uni Soviet dan Yugoslavia.

BACA JUGA: Catatan Ketua MPR: Memastikan Subsidi Tepat Sasaran Demi Sehatnya APBN

"Jika merujuk pada aspek yuridis, gagasan negara kesatuan sejatinya merupakan penjelasan rumusan Sila Ketiga Pancasila, yaitu Persatuan Indonesia," kata Bamsoet.

Mantan ketua Komisi III DPR itu mengatakan bahwa tantangan bangsa Indonesia saat ini ialah pilihan demokrasi menuju pemanfaatan bonus demografi menjelang 2045.

"Kita memiliki sumber daya yang luar biasa dengan tingkat perbandingan usia produktif lebih 60 persen. Mampukah kita manfaatkan potensi itu untuk mewujudkan Indonesia Emas, kalau hari ini masih menjalankan demokrasi dengan harga yang sangat mahal,” pungkas Bambang Soesatyo. (mcr8/jpnn)


Redaktur : M. Kusdharmadi
Reporter : Kenny Kurnia Putra

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler