Jagung Melimpah, Gorontalo Wajib Serapan 120 Ton per Hari

Selasa, 13 Februari 2018 – 21:14 WIB
Kepala Badan Ketahanan Pangan, Agung Hendriadi (kemeja biru) dan Kepala Dinas Pertanian Provinsi Gorontalo Muljadi Mario (seragam cokelat) di Kantor Gubernur Gorontalo. Foto: Natalia Fatimah Laurens/JPNN

jpnn.com, GORONTALO - Pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian menargetkan Provinsi Gorontalo wajib serap hasil panen jagung kira-kira sebesar delapan persen. Itu berarti target serapan jagung diperkirakan 120 ton per hari.

Pasalnya, saat ini Gorontalo termasuk wilayah di Sulawesi yang menyumbang produksi jagung cukup besar. Yaitu sebesar 1,5 juta ton.

BACA JUGA: Aksi Serap Gabah untuk Membantu dan Menyejahterakan Petani

Hal ini disampaikan Kepala Badan Ketahanan Pangan, Agung Hendriadi dalam Rapat Koordinasi Serap Gabah Petani (Sergap) dan Pengembangan Jagung di Kantor Gubernur Gorontalo, Selasa (13/2). Rapat ini dihadiri jajaran perwakilan Kementerian Pertanian, pemda, Dinas Pertanian Gorontalo serta TNI-Polri.

"Itu menjadi kewajiban serap. Kira-kira 120 ton per hari. Serapan untuk cadangan kontribusi di daerah dan untuk cadangan jagung pemerintah," tegas Agung.

BACA JUGA: Mentan Amran Terima Kunjungan Wakil Menteri Pertanian Brazil

Sementara itu, menurut Kepala Dinas Pertanian Provinsi Gorontalo Muljadi Mario, produksi jagung di wilayahnya jarang untuk konsumsi.

Hasil produksi lebih banyak diserap untuk pakan dan ekspor ke negara tetangga.

BACA JUGA: RI - Brasil Sepakat Meningkatkan Kerja Sama Bilateral

"Kami memasok untuk nasional dan ekspor. Kami ekspor ke Singapura dan Filipina," ujar Muljadi.

Besok, kata dia, Pemprov Gorontalo akan mengekspor jagung untuk Filipina. Jagung tersebut dipakai Filipina untuk pakan.

"Kami ekspor kalau untuk kuartal pertama 58 ribu ton. Kuartal pertama itu sampai empat bulan ke depan. Besok tahap pertama kirim 3.750 ton dulu," pungkas Muljadi. (flo/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Kementan Pererat Hubungan dengan Pemerintah Brazil


Redaktur & Reporter : Natalia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag
Kementan  

Terpopuler