Jakarta Utara Paling Rawan Gesekan

Minggu, 07 Agustus 2016 – 06:32 WIB
Ilustrasi. Foto: dok jpnn

jpnn.com - JAKARTA - Situasi jelang Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta 2017 mulai memanas. Hal tersebut diungkapkan Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) DKI Jakarta Ratiyono. 

Menurut dia, kini sudah terlihat berbagai pernyataan yang dikeluarkan beberapa pihak mengenai pasangan bakal calon yang akan maju bertarung dalam pesta demokrasi rakyat Jakarta tahun depan. “Iya, kondisi di Jakarta jelang Pilgub DKI 2017 mulai menghangat. Tetapi masih stabil kok,” ujar Ratiyono, di Balaikota, Jumat (5/8).

BACA JUGA: Ini Penjelasan BPN Soal Sertifikat Tanah Istana Bogor

Untuk mencegah kondisi ini ke arah timbulnya gesekan, Bakesbangpol DKI bersama Komunitas Intelijen Daerah (Kominda) DKI Jakarta bergerak untuk melakukan pemetaan kondisi Jakarta menjelang Pilgub DKI.

Setelah ada pemetaan, baru dilakukan kegiatan deteksi dan cegah dini dengan melibatkan tokoh-tokoh politik yang terlibat dalam pilgub, tahun depan. “Siapa pun tokoh politik, bakal calon yang akan maju pada Pilgub DKI akan kita ajak dialog. Anda boleh populer, tetapi jangan mengorbankan warga Jakarta,” tutur dia.

BACA JUGA: Siswi Magang Dikabarkan Diperkosa, Ahok: Semua Mesti Terbuka, Mereka Diawasi

Dari pemantauan dan pengawasan yang dilakukan Badan Kesatuan Bakesbangpol, lanjut Ratiyono, wilayah yang paling tinggi berpotensi terjadinya gesekan menjelang Pilgub DKI adalah Jakarta Utara.

Ia mengatakan, potensi gesekan sudah mulai terjadi karena beberapa pihak berupaya menggiring perbedaan untuk memunculkan gesekan. “Ya sekarang sudah mulai (gesekan). Karena mereka menggoreng perbedaan untuk memunculkan gesekan,” kata Ratiyono.

BACA JUGA: 3 Oknum PNS Dikabarkan Perkosa Siswi Magang, Ahok: Pasti Kami Pecat

Kendati demikian, Ratiyono melihat warga Jakarta sudah mulai dewasa dalam menghadapi perbedaan pandangan politik. Tidak hanya itu, warga Jakarta juga sudah mulai bijaksana membedakan mana kalangan yang menghasut atau yang murni dan ikhlas.

Sehingga potensi gesekan tersebut dapat diminimalisasikan oleh warga mengingat semua warga ingin menjaga Jakarta menjadi kota yang damai, aman dan tentram dalam melaksanakan pesta demokrasi rakyat lima tahunan ini. “Tetapi warga Jakarta sudah mulai dewasa. Sudah bisa membedakan mana yang menghasut dan yang murni dan ikhlas,” ujarnya.

Menurutnya, hampir semua wilayah DKI Jakarta berpotensi terjadi gesekan. Namun, wilayah yang paling tinggi terjadi gesekan politik adalah Jakarta Utara.

“Kenapa? Karena pertama, masyarakatnya keras. Kedua memang banyak yang berkepentingan disana. Seperti elit partai politik dan orang yang bisnisnya terganggu. Kalau yang lain, semua berpotensi gesekan. Tinggal bagaimana memanagenya saja,” terangnya.

Untuk mengantisipasi agar tidak terjadi gesekan antar warga, Bakesbangpol DKI mendekati akar rumput dalam hal ini warga Jakarta bersama tokoh masyarakatnya untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban Kota Jakarta. “Juga kita memberdayakan Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM). Itu juga penting,” tambah Ratiyono. (wok/dil/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Lantamal III Senam Massal Gemu Famire, Nih Fotonya


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler